Berita Terbaru

The latest news from the Joomla! Team



Bersama Mengevaluasi dan Meningkatkan Kinerja Penelitian Demi Perguruan Tinggi Yang Lebih Baik

 

Peringkat atau predikat perguruan tinggi (PT) salah satu parameternya adalah hasil penelitian. Hal ini merupakan kewajiban PT yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagaimana diatur dalam UU PT dalam rangka meningkatkan kinerja penelitian mulai dari klaster Binaan, Madya, Utama dan Mandiri.

Untuk itu dibutuhkan komitmen bersama, khususnya melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) yang ada disetiap Perguruan Tinggi.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, Dr. H. Hasan Abdul Rozak, SH.,CN.,MM dalam sambutannya saat membuka acara Workshop Evaluasi dan Peningkatan Kinerja Penelitian kerjasama antara Unisbank Semarang dengan Kemristek-Dikti Republik Indonesia di Hotel Grand Candi Semarang, Jumat (29/1).

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Kopertis Wilayah VI Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd.Kons. Menurutnya, kompetisi perguruan tinggi pilarnya adalah penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Kondisi di Jawa Tengah saat ini, sejumlah 250 PT dapat dikatakan sehat. Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah bagaimana meningkatkan mutunya, khususnya dalam melakukan penelitian,” ujarnya.

Kopertis akan melakukan monitoring setelah pelaksanaan workshop, apakah selama 6 bulan kedepan perguruan tinggi yang mengikuti acara tersebut dapat meningkatkan kinerjanya.

Kepada peserta workshop disampaikan harapan yang masih dalam peringkat binaan, dapat meningkat menjadi madya, sedangkan yang madya meningkat ke peringkat yang lebih tinggi lagi.

Workshop Evaluasi dan Peningkatan Kinerja Penelitian PT dihadiri oleh 75 orang perwakilan perguruan tinggi di Jawa Tengah. Hadir sebagai narasumber dari Kemenristek RI, yaitu Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, Ph.D dan Prof. Agus Subekti, M.Sc, Ph.D.

Dalam meterinya, Prof. Ocky menyampaikan tentang Kebijakan Pemerintah dalam Riset dan pengabdian masyarakat. Menurutnya pemerintah terus berkomitmen dalam memajukan pendidikan.

Terbukti untuk tahun 2016 ini, sejumlah 40,63 triliun, dimana 39,66 triliun untuk pendidikan (beasiswa mahasiswa dan dosen), sarana dan prasarana dan lain sebagainya. Sedangkan 0,97 triliun untuk layanan umum, diantara paket hasil penelitian, produk inovasi dan prototype laik industri dan lain lain.

Dalam akhir workshop ini, tim IT-Simlitabmas DIKTI mempraktekkan bagaimana memverifikasi hasil penelitian untuk menilai dan mengukur kinerja penelitian perguruan tinggi. (BJT01)


Sumber berita : http://beritajateng.net/unisbank-tingkatkan-mutu-penelitian/

 
Fakultas Ekonomi UNISBANK Kunjungi Indofood

Pada hari Jum’at 8 Januari 2016, sejumlah 93 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang berkunjung ke Indofood. Perusahaan yang terkenal dengan produk mis instannya ini menerima kunjungan mahasiswa dan 3 (tiga) dosen pendamping yaitu Dr.Alimudian Rizal R,MM., Dr. Euis Solikha,SE.,M.Si dan Sri Sudarsi,SE.,M.Si. Mahasiswa yang ikut dalam kunjungan ke Indofood ini adalah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Desain Strategi bersaing dan peluang bisnis global.
Mantan dekan Fakultas Ekonomi UNISBANK,Dr.Alimudin Rizal R,SE.MM menuturkan, kunjungan ke Indofood sudah yang kedua kalinya karena tahun sebelumnya juga melakukan kunjungan serupa. Tidak hanya ke Indofood tapi juga ke perusahaan perusahaan yang selama ini menjadi mitra Fakultas Ekonomi UNISBANK Semarang. Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan antara teori keilmuan dengan dunia nyata di lapangan. Tantangan globalisasi begitu besar, jadi penting kiranya menyiapkan kapasitas sumber daya manusia yang kompeten sesuai bidang keilmuan,jelasnya.
Alimudin menambahkan, kedepan kita akan perbanyak kerjasama dengan perusahaan untuk menjadi mitra Fakultas Ekonomi UNISBANK. Dengan kerjasama antara perguruan tinggi dengan perusahaan kita akan mengetahui kebutuhan akan sumber daya manusia yang sesuai dengan keinginan dunia bisnis. Selain itu, mahasiswa dapat memahami dan mengetahui peluang bisnis global dan menerapkan strategi bersaing dalam dunia bisnis, tutupnya.

 
Tim SMA Negeri 3 Semarang Raih Piala Bergilir Gubernur Jawa Tengah Pada Unisbank Young Entrepreneur Award 2015

 

Unisbank Young Entrepreneurship Award (UYEA) 2015 yang bertemakan Kompetisi Ide Bisnis Kreatif untuk Jawa Tengah Lebih Baik usai digelar. Tepuk tangan dan teriakan histeris mewarnai suasana ketika Tim dari SMA Negeri 3 Semarang dinobatkan sebagai juara pertama sekaligus mendapatkan Piala Bergilir dari Gubernur Jateng. Hana Khayyirah Huwaida, Vibuthy Rara Pungkasa Virya dan Adi Resti Hapsari berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah)  ketika ide bisnis tas laptopnya mengumpulkan poin terbanyak dari tim juri. Hana salah satu perwakilan tim menuturkan, modal awal bisnis tas laptop sebesar Rp 1,5 juta yang dikumpulkan dari saham yang ditawarkan dari temen pelajar satu sekolahnya. Keunggulan dari tas ini adalah ini anti hujan dan salah satunya terbuat dari bahan bekas kain perca, jelasnya.
Tim SMA 3 Semarang juga menyabet juara kedua yang diraih oleh Mochammad Abdurozaq Hidayat dan Rivando Heri Suryawan. Keduanya merancang ide bisnis ANGKOTA.NET,. Sebuah aplikasi yang berbasis GPS untuk meningkatkan layanan guna transportasi umum. Hidayat menerangkan, dengan aplikasi ini, penumpang dapat mengetahui jarak tempuh hingga waktu yang ditempuh oleh angkutan umum. Fungsi lainnya adalah untuk mengetahui keberadaan angkutan umum, hingga penjualan tiket busway melalui pulsa. Karena ide bisnisnya meraih juara 2, panitia memberikan penghargaan sebesar Rp Rp 7.000.000 (tujuh juta rupiah). Bahkan  rabu depan diundang salah satu stasiun televisi nasional dalam untuk cerita ide bisnisnya dalam program Empat Mata. Sedangkan juara 3 diraih oleh Handayani Pradana, Renita Silfia Putri dan Singgih Pradikatama. Bank Sampah Lubang Buaya mengantarkannya menjadi juara 3 dan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 5.000.000 (lima juta rupiah). Melalui Bank Sampah ini, keduanya memproduksi kompos, kerajinan dari bahan bekas dan juga biogas untuk bahan bakar.
Sedangkan juara Harapan 1 diraih oleh oleh Novita laela Sumbara, Tyas Ayu Widyastuti dan Yeni Rizki Amalia dengan ide bisnisnya berupa kerajinan edukasi anak berbasis tradisi daerah. Pelajar dari SMA Negeri 3 Slawi ini mendapatkan hadiah Rp 2.000.000 (dua juta rupiah). Harapan 2 diraih oleh Muhammad Dary Mumtaz dengan ide bisnis berupa pembuatan lampu hias dari pecahan kaca. Juara harapan 2 mendapatkan uang penghargaan sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah). Tidak hanya itu, 10 finalis lainnya mendapatkan penghargaan sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).
Ketua Panitia UYEA, Agus Prasetyo Utomo menuturkan, hasil kompetisi ini tidak dapat diganggu gugat. Tim juri sudah melakukan penilaian dari berbagai aspek, mulai dari pemaparan, gagasan, tanya jawab. 60 persen penilaian ditentukan dari sesi Bootcamp dan 40 persen penilaian akhir dari dewan juri. Selain itu, para juara juga berhak mendapatkan bebas uang masuk jika mendaftar di UNISBANK Semarang. Rektor UNISBANK Semarang, Dr. H. Hasan Abdul Rozak, SH, CN, MM., memberikan motivasi kepada para juara untuk terus meningkatkan prestasinya. Bagi yang belum berhasil, dapat mengikutinya kembali karena Unisbank akan terus menyelenggarakan kompetisi ini setiap tahunnya. Ini bentuk komitmen Unisbank untuk terus mendorong generasi muda  sebagai pelopor penggerak ekonomi Jawa Tengah, pungkasnya.

 

 

 
Unisbank Gelar Seminar Nasional Lintas Budaya
Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang menggelar seminar internasional bertajuk Pemahaman Lintas Budaya antara Indonesia dan Tiongkok. Seminar merupakan hasil kerjasama antara Unisbank Semarang dan  Hebei Normal University, Tiongkok, dan diselenggarakan di ruang seminar kampus Kendeng, (Selasa,15/12/2015). Sebelum seminar dimulai, 2 orang mahasiswi Fakultas Bahasa & Ilmu Budaya (FBIB) beraksi untuk membawakan tari merak dihadapan 150 peserta seminar.
Rektor Unisbank Semarang, Dr. H. Hasan Abdul Rozak, SH,CN, MM menuturkan, seminar ini adalah rangkaian kegiatan hasil kerjasama antara Unisbank Semarang dengan Hebei Normal University, Tiongkok. Kita berharap dengan seminar ini kita semua lebih mengerti dan memahami masing-masing budaya kedua Negara. Apalagi dalam kerjasama tersebut ada pertukaran mahasiswa dan beasiswa studi lanjut ke Tiongkok. Sebelum program beasiswa studi lanjut ke tiongkok kita mulai, diharapkan kita sudah mengenal budaya mereka. Demikian disampaikan Rektor Unisbank ketika membuka seminar tersebut.
Hal senada juga disampaikan oleh ketua panitia seminar, Artin Bayu. Menurutnya munculnya era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menuntut kita untuk saling berkompetisi dalam berbagai bidang. Selain harus mengenal budaya negara negara ASEAN, kita juga dituntut untuk mengenal bahasa mereka. Dengan begitu sudah tidak ada lagi penghalang berkomunikasi lintas negara ASEAN. Bahasa adalah wujud konkret manifestasi budaya, maka alangkah baiknya kita mengawali dengan membangun pengetahuan lintas budaya, jelasnya.
Hadir sebagai narasumber, adalah Yan Haoran, perwakilan dari Hebei Normal University Tiongkok, Yongki Tio (Budayawan), Soegihartono, Dosen Unisbank dan Nuniek Mustikaningtyas (Dinas pendidikan Jawa Tengah).

 
Berhasil Lolos dari Ribuan Peserta di Seluruh Indonesia, Mahasiswa Unisbank Raih Modal Usaha CIMB Niaga

Aijun Najib, namanya. (di foto baris paling depan, kiri ke kanan, nomor 4 berkacamata) Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Unisbank, semester 4, berhasil menorehkan prestasi di bidang kewirausahaan. Prestasi yang ia peroleh adalah berhasil meraih Modal Usaha Program Beasiswa Unggulan Teknologi Industri Kreatif  (BUTIK) dari CIMB Niaga dan Kemdikbud. Ia berhasil melaju ke tahapan BUTIK Assessment Camp di Jakarta, 12-13 November 2015, setelah proposalnya dinyatakan menjadi salah satu yang diterima diterima dari total 20 proposal yang diterima,  dari 1800 proposal yang terdaftar dari seluruh Indonesia.

Ainun Najib berhasil meraih prestasi tersebut dalam Program Beasiswa Unggulan Teknologi Industri Kreatif (BUTIK) yang diadakan oleh CIMB Niaga dan Kemdikbud. Program ini ditujukan bagi mahasiswa S1 dan D3 di tanah air yang sudah memiliki usaha aktif setidaknya enam bulan. Beasiswa ini merupakan hasil kerjasama CIMB Niaga dan Kemdikbud.

Tahun ini, Beasiswa Butik diberikan kepada 20 kandidat yang berhasil lolos seleksi. Penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan, biaya hidup, serta subsidi modal usaha. Beasiswa tersebut diberikan selama jangka waktu 2 tahun. Selain syarat usaha sudah berjalan selama 6 bulan, dari sisi akademik juga akan dipertimbangkan. Pendaftar beasiswa harus memiliki IPK minimal 2.75 skala 4.00 selama 2 semester berturut turut, dan juga harus aktif di masa perkuliahan.

Dengan usaha Industri Percetakan  “Wijaya Copy Center” yang beralamat di Jl. Taman Siswa 1, di depan FMIPA Unnes, Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Aijun diberikan subsidi modal usaha sebesar 15 Juta. “Semua berawal dari bulan Oktober 2015, saya mendirikan usaha ini pertama kali di Unisbank, disana saya dibina untuk menjadi Entrepreneur, yang mengantarkan saya hingga memenangi Program BUTIK ini”, ujar mahasiswa berkacamata ini.

Aijun sendiri akan menghadiri Penganugerahan Pemenang BUTIK CIMB Niaga dan Kemdikbud pada 8 Desember 2015 nanti, di Kantor Pusat CIMB Niaga di Jakarta.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 117