FH Unisbank dorong siswa menggunakan media sosial secara sehat

 

Perkembangan teknologi selama ini secara langsung telah membawa dampak, baik secara sosial ataupun ekonomi. Tidak dipungkiri, banyak pula yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini memanfaatkan media sosial seperti facebook,Whatsapp ataupun instragram sebagai media promosi terhadap bisnis yang telah dirintisnya. Namun pada sisi lainnya, masih banyak juga pelajar yang tidak memanfaatkan untuk kepentingan positif. Namun justru menjadi  korban penipuan ataupun malah terjerat hukum.

Hal inilah yang melatarbelakangi Fakultas Hukum (FH) Unisbank Semarang menyelenggarakan pendidikan hukum terhadap masyarakat, khususnya kalangan pelajar untuk memanfaatkan teknologi secara sehat dan bermanfaat. Pendidikan hukum mengenai menggunakan media sosial secara sehat diselenggan pada Rabu, 20 Desember 2017 dihadapan 350an pelajar di SMK Farmasi Tlogosari Semarang. Ketua Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) FH Unisbank, Karman Sastro menuturkan, banyak pelajar perempuan yang menjadi korban penipuan melalui media sosial. Tidak menutup kemungkinan para pengguna sosial terjerat hukum karena membuat status yang berbau pornografi ataupun yang bersifat mencemarkan nama baik. Jika ini dilakukan maka bisa kena pasal pidana sebagaimana ada dalam UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Karman membahkan, ancaman pidana terhadap pencemaran nama baik ataupun yang berbau kesusilaan dapat diancam pidana. Dengan kondisi saat ini,maka sangat penting kiranya FH Unisbank memberikan informasi sekaligus memberikan pendidikan hukum. Pendidikan hukum ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagaimana memanfaatkan teknologi secara sehat. Tak lupa juga memberikan bekal pengetahuan jika kalangan pelajar ini berhadapan dengan hukum. Kalaupun pejalar ini melakukan tindak pidana, maka tetap ada perlakuan khusus. Hal ini karena mayoritas pelajar masih kategori anak atau dibawah 18 tahun sebagaimana mandat dalam UU Perlindungan Anak, jelasnya.