Berita Terbaru

The latest news from the Joomla! Team



Unisbank MOU dengan Universitas Guangdong China
Globalisasi secara langsung telah mempengaruhi aspek aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. permasalahan dan tantangan akibat globalisasi harus dijawab dan disikapi dengan bijak. Dengan demikian semua lapisan masyarakat mempunyai kesiapan menghadapi arus globalisasi. Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang memperbanyak kerjasama dengan lembaga mitra luar negeri. Setelah melakukan MOU dengan Malaysia,Singapura dan Thailand dan Amerika Serikat. Kini UNISBANK Semarang kembali menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri, yaitu Universitas Guangdong China.
Penandatanganan diselenggarakan pada hari Selasa, 17 juni 2014 dikampus UNISBANK Mugas oleh Rektor UNISBANK Semarang Dr. H. Hasan Abdul Rozak,SH.CN,MM dan Prof. Cai Jin Cheng,MA Ketua Pusat Studi Indonesia Fakultas Bahasa Asing dan Budaya Timur Fakultas Bahasa Asing Universitas Guangdong China. Selain itu juga dilakukan penadatanganan kerjasama dengan Direktur Studi China untuk Asia Timur dari pusat bahasa mandarin di Universitas Kriten Maranatha Bandung, yaitu He Yanjie,MA.
Menurut Rektor UNISBANK Semarang Dr. H. Hasan Abdul Rozak,SH.CN,MM mengatakan, dalam rangka menjawab akan tantangan arus globalisasi, UNISBANK akan terus mendorong kerjasama dengan lembaga lembaga mitra luar negeri, salah satunya adalah Universitas Guangdong China. Dalam penandatanganan ini, kita secara bersama sama akan terus melakukan peningkatan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan pendidikan,khususnya bahasa mandarin. Kita merasa mendapatkan kehormatan luar biasa karena Universitas Guangdong China adalah perguruan tinggi negeri terbaik ke2 di Negara China. Dalam kerjasama tersebut, mereka berkomitmen untuk mensuport sumber daya manusia di UNISBANK dan tahun depan direncakan akan buka program pendidikan bahasa Mandari di UNISBANK, jelasnya.

 
Mahasiswa Menyalukan Aspirasi

BEM U-SEMARANG.  Mengaspirasikan suara mahasiswa kepada universitas merupakan hal yang baik dilakukan, apalagi hal tersebut dilakukan di suatu forum yang diatur sedemikian rupa. BEM U sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) paling tinggi di universitas, mewadahi aktifis-aktifis mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasinya.Pada 16 Juni 2014 yang lalu, bertempat di ruang D.6.1 kampusUnisbank  kendeng , telah diadakan Pra Audiensi yang dihadiri oleh rekan-rekan aktifis dari seluruh LK (BEM, HMPS, UKM) yang ada di lingkungan Unisbank Semarang. Dalam acara Pra Audiensi ini, para peserta dipersilahkan untuk memberikan aspirasi mereka, yang nantinya akan diajukan kepada Rektor.Setelah pelaksanaan Pra Audiensi, pada Rabu, 18 Juni 2014, BEM U bersama perwakilan LK melaksanakan Audiensi Universitas, bertempat di D.6.2 kampus Unisbank kendeng. Dalam kegiatan ini, dilaksanakan penyampaian draft audiensi universitas kepada pejabat tertinggi di lingkungan Unisbank, dari rektor hingga ke kepala biro di setiap bagianya.Kegiatan ini menghasilkan beberapa kesepakatan yang nantinya akan direalisasikan oleh lembaga demi pemenuhan keinginan dan aspirasi mahasiswa yang disampaikan. Diharapkan dengan adanya Audiensi ini, dapat menjadi wadah penyalur aspirasi mahasiswa kepada universitas, sehingga keinginan dan aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik, tutur Hadi Perdana, ketua Audiensi tahun 2014.

 
Unisbank Mengadakan Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Terkenal di Jakarta

Unisbank mengadakan kunjungan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi terkenal di jakarta pada tanggal 9-10 juni 2014, antara ke bina nusantara, politeknik negeri media kreatif dan gunadarma. dalam kunjungan kerjasama tersebut, unisbank dan bina nusantara mengadakan kerjasama kelas internasional dan studi exchange, baik untuk dosen maupun mahasiswanya. Dengan polimedia, unisbank bekerjasama dalam mengembangkan ilmu dan keahlian di bidang grafika dan printing untuk program studi manajemen informatika d3 dan teknik industri s1. Sedangkan dengan gunadarma, unisbank bekerjasama dalam mengembangkan sumber daya dosen dan penerapan sistem informasi terintegrasi dengan tata kelola yang lebih baik menuju era global... dan seterusnya...

 
Fakultas Hukum Mengadakan Diskusi Perubahan UU Pengelolaan Wilayah Pesisir
Sejumlah nelayan dari rembang, pati, Kendal, Semarang dan jepara berkumpul di ruang seminar kampus  Universitas Stikubank (UNISBANK )Semarang. Tak hanya nelayan, sejumlah LSM,diantaranya KIARA, LBH Semarang dan dosen Fakultas Hukum UNISBANK sedang berdiskusi membedah UU No 1 Tahun 2014 tentang Perubahan UU No 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil ( PWP-PPK).
Ketua BKBH Fakultas Hukum UNISBANK,Sukarman mengatakan, diskusi diselenggarakan sebagati bentuk respon untuk menelaah secara kritis bagaimana implikasi UU ini terhadap nelayan dan masyarakat pesisir. Seperti kita ketahui, UU ini lahir karena putusan Mahkamah Konstitusi terhadap uji materi yang dilakukan oleh 36 NGO dan perwakilan nelayan nusantara. Mereka menggugat UU No 27 Tahun 2007 tentang PWP-PPK karena mengatur Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP3) yang maknanya adalah komersialisasi pesisir dan menyingkirkan hak nelayan untuk mengakses sumber daya pesisir. Dalam putusan MK tahun 2011 lalu,semua pasal yang terkait dengan HP3 bertentangan dengan UUD 45,khsususnya pasal 33. Putusan ini adalah kemenangan bagi perjuangan nelayan di seluruh nusantara. Sayangnya, UU no 1 Tahun 2014 tentang perubahan UU Pesisir kembali membuka ruang bagi investasi asing untuk mengeksploitasi sumber daya pesisir.
Menurut Sekjend Koalisi Rakyat untuk keadilan perikanan (KIARA) Abdul Halim menuturkan, kami melihat hanya perbedaaan terminologi, kalau sebelumnya UU No 27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir mengatur HP3, sedangkan dalam UU No 1 Tahun 20014  mendefiniskan Ijin Pemanfaatan Perairan Pesisir(IP3). Selain itu, dalam perubahan UU tersebut juga membuka ruang bagi modal asing untuk mengeksploitasi wilayah pesisir, jelasnya.
Pembahas lainnya, adalah Arif yang merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, menurutnya harus dikaji lebih dalam lagi khususnya dengan UU sektoral lainnya. hal ini dikarenakan karena ijin pemanfaatan pesisir juga harus disinkronisasikan dengan ijin disektor lainnya. saya melihat nelayan dan masyarakat pesisir hanya sebatas obyek, bukan menempatkan sebagai subyek. Hal senada disampaikan Dr.Safik Faozi,SH,M.hum, hak dan ijin mempunyai konsekwensi hokum yang berbeda, hak itu sangat melekat,sedangkan ijin bersifat tehnis dan operasional. Kelemahannya pada system kontrolnya, nah dengan begitu peran nelayan menjadi penting untuk terus terlibat dan mengawal regulasi ini.
Disela sela diskusi, 50 nelayan dari jepara melakukan pengaduan kepada pemerhati pesisir atas kalahnya gugatan nelayan ke pengadilan tata usaha Negara.


 

 
Bangkitkan Semangat Tingakatkan Keberanian

Keterampilan pengelolaan organisasi dengan baik sangat dibutuhkan bagi aktifis yang ikut tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Atas dasar tersebut, Pengurus BEM U mengadakan kegiatan LKMM-TD (Latihan Keterampilan Manajemeen Mahasiswa -Tingkat Dasar) pada Sabtu-Minggu 7-8 Juni 2014, di Bantir, Sumowono.

Pada kegiatan ini, diikuti oleh 2 orang perwakilan dari setiap Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang ada di bawah naungan BEM U. Total peserta mencapai kurang lebih 60 orang. Dalam kegiatan ini, bermaksud untuk mengajarkan kepada para peserta bagaimana mengelola organisasi dengan baik. Bentuk kegiatan yang diadakan adalah out bound, sesi materi dengan pembicara, serta diskusi bersama.

Sama halnya materi yang dibawakan oleh Bapak Dr. Heru Yuliyanto, MM yang menjelaskan materi tentang definisi organisasi dan bagaimana cara mengelola dan mengatur manajemen organisasi dengan baik. Heru menjelaskan bahwa, di dalam organisasi, semua pengurus bertindak dalam pengelolaan, namun kunci pengarah organisasi sesungguhnya ada pada ketua.

Dalam hal manajemen organisasi, dibutuhkan penguasaan administrasi yang baik bagi setiap pengurus. Hal ini disampaikan oleh Bapak Saeffurrohman, S.Kom, M.Cs yang menyampaikan tata cara pengelolaan administrasi yang baik serta birokrasi ditingkat Lembaga Kemahasiswaan. Beliau menyampaikan, hal ini sangat penting dipahami oleh setiap pengurus, agar tidak akan terjadi kesalahan dan kurang komunikasi di organisasi.

Keterampilan Manajemen Mahasiswa perlu diadakan dalam rangka memberikan pengetahuan dan penjelasan praktik bagaimana cara mengelola organisasi dengan baik. Sehingga, tujuan organisasi yang telah ditetapkan, dapat tercapai dengan baik.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 7 of 94