Berita Terbaru

The latest news from the Joomla! Team

Unisbank Semarang Harapkan Akreditasi Unggul

Tim asesor Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) baru saja selesai berkunjung ke Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang. Diantaranya adalah Prof.Dr.Bambang Rudiarso dari UGM, Prof.Dr Suparno (ITS), Dr.Darwis Said (UNHAS), Prof.Dr.Imas Siti Setiasih (UNPAD). Pada tanggal 13-15 juni 2016 tim Asesor BAN-PT ini memastikan  data borang akreditasi yang dikirim Unisbank sebelumnya.
Pembantu Rektor 1 Unisbank Semarang, Dr. Taswan, M.Si menuturkan, seluruh data borang sudah kita siapkan. Alumni dari masing masing program studi kita hadirkan, ini membuktikan para alumni yang telah berkontribusi besar bagi kemajuan Unisbank Semarang. kita juga tunjukkan mahasiswa yang sedang atau magang di luar negeri, seperti Malaysia,Thailand dan tiongkok. Hal ini menurut kita dapat dijadikan parameter untuk mencapai visi misi Unisbank untuk menciptakann lulusan yang berdaya saing global, jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Rektor Unisbank Semarang Dr.H.Hasan Abdul Rozak,SH.CN.MM. Menurutnya terdapat 7 (tujuh) standar penilaian dalam akreditasi program studi dan perguruan tinggi (PT), yaitu (1)  yaitu visi misi PT, (2) tata kelola (3) Kemahasiswaan dan alumni (4) Kurikulum (5)sarana dan prasarana (6) Sumber daya manusia dan (7) penelitian dan pengabdian masyarakat. BerdasarkanPermenristekdikti No 32 Tahun 2016 tentang akreditasi program studi dan perguruan tinggi, status akreditasi perguruan tinggi hanya dua, yaitu terakreditasi dan tidak terakreditasi. Sedangkan peringkat akreditasi yaitu baik, baik sekali dan unggul. Kita berharap Unisbank semarang mendapatkan hasil terakreditasi unggul, harapnya. Jika hasil akreditasi PT unisbank mendapatkan akreditasi unggul, kita tentu bangga karena sebelumnya program studi diploma keuangan dan  perbankan juga mendapatkan akreditasi A, jelasnya. 

 

FBIB menggelar Ujian Skripsi bagi Mahasiswa Internasional dari Libya

 

Pada tanggal 1-2 Februari 2016 yang baru lalu, FBIB UNISBANK Program Studi Sastra Inggris menggelar Ujian Skripsi bagi Mahasiswa Internasional dari Libya, atas nama Ms. Ayah Ahmed Zidane, tentunya termasuk mahasiswa-mahasiswa regular lainnya, yang telah menyelesaikan tugas akhir.

Yang bersangkutan adalah mahasiswa transfer internasional dari Tripoli University Libya semester 6,sehingga praktis di Program Studi Sastra Inggris FBIB UNISBANK, dia hanya membutuhkan satu tahun untuk menyelesaikan S1 nya (undergraduate).

Dalam skripsinya yang berjudul ‘Questioning for Instructional Purposes, Types and Possible Classroom Implementation’, Ayah, nama panggilan mahasiswa tersebut, menegaskan pentingnya ketrampilan bertanya bagi para guru bahasa Inggris. “Questioning really activates the students for better understanding of a text and thereby prompts further classroom discussion,” katanya dengan logat yang nyaris ‘native-like’ saat menjawab pertanyaan dari penguji 1, Dr. Katharina Rustipa, M.Pd.

Saat ditanya oleh penguji 2, Drs. Liliek Soepriatmadji, M.Pd apa implikasi praktis skripsinya, Ayah dengan tegas menjawab, “Well, English language teachers have no choice but learn how to appropriately create questions in order to enhance students’ interests and involvement in especially reading comprehension class.”

Dr. Sugeng Purwanto, MA, selaku pembimbing skripsi, mengatakan bahwa Ayah adalah salah satu mahasiswa Internasional yang di samping cantik tapi juga rajin dan mudah menyesuaikan diri dengan teman-teman mahasiswa regular lainnya.

“Ayah memang begini,” Kata Pak Sugeng, Dekan FBIB yang dikenal “Killer tapi juga “Lover” sambil mengacungkan jempol, mengakhiri wawancara singkat dengan Petugas Humas Unisbank.

Melepaskan ketergantungan, kaum Difabel diikutkan uji Kompetensi Kewirausahaan

Seorang laki laki bertubuh pendek hanya kurang lebih 1 (satu) meter tampak serius menulis, hal sama juga dilakukan oleh 2 temannya yang duduk disamping kedua tongkat kakinya. Suasana inilah yang terekam dalam acara Uji Kompetensi Kewirausahaan yang digelar hasil kerjasama antara Pusat Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan (P2BK) Unisbank, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Dinas Tenaga Kerja Jateng dan AKUMANDIRI. Uji kompetensi kewirausaan diselenggarakan pada tanggal 22-23 Juli 2016 di gedung BPPTK jalan Mt Haryono No 872 Semarang.
Ketua P2BK Unisbank Unisbank Semarang Fitika Andraini,SH.M,Kn menuturkan, total peserta sertifikasi sejumlah 180 peserta yang terdiri dari usaha perorangan dan kelompok usaha kecil menengah. Sertifikasi ini baru pertama kali diselenggarakan di Jawa Tengah. Jika lolos seleksi peserta akan mendapatkan sertifikat kewirausahaan dan ini merupakan parameter kapasitas para pelaku usaha, jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua DPW Jateng AKUMANDIRI Naneth Eko Priyono. Menurutnya persaingan usaha begitu ketatnya, dengan begitu dibutuhkan pengakuan terhadap kemampuan seseorang untuk melakukan usaha. Kompetensi ini hanyalah bagian untuk terus meningkatkan kemampuan para pelaku usaha. Tidak hanya permodalan akan tetapi juga mengembangkan atau meningkatkan kemampuan para pelaku usaha sehingga dapat bersaing, tandasnya.
Pengakuan ini juga disampaikan oleh Dra. Noviana yang juga menjadi ketua SAHABAT DIFABLE kota Semarang. Noviana menuturkan, kita mengirimkan sejumlah 7 (tujuh) orang yang mempunyai keterbatasan fisik untuk ikut dalam uji kompetensi sertifikasi kewirausahaan ini. Masih ada rasa ketidakpercayaan diri terhadap komunitas difable. Dengan ikut semacam ini kita sebenarnya berusaha menerapkan program sahabat difable, yaitu memberikan kesempatan usaha,menjawab tantangan usaha dan mengembangkan jaringan usaha agar komunitas difable tidak bergantung pada orang lain, ujarnya.
Arif Budiyanto, warga Rt 02,Rw 03, Kelurahan tijomoyo yang menjadi salah satu peserta uji kompetensi menerangkan. Saya berharap dapat ilmu bagaimana memenejemen sebuah usaha. Kebetulan saat ini sedang merintis usaha took kelontong dan kerajinan hingga pulsa elektronik. Laki laki yang mempunyai tinggi badan kurang dari 1 meter ini berkomitmen untuk mandiri dan melepas ketergantungan terhadap orang lain. Dengan keterbatasan fisiknya, Arif optimis akan usaha yang telah dirintisnya. Mudah mudahan ini menjadi inspirasi temen lain yang mempunyai keterbatasan fisik. Jangan sampai dengan keterbatasan fisik ini justru digunakan untuk mengemis dengan mengharapkan rasa iba orang, tandasnya tegas.

Tujuh Difabel Ikuti Uji Kompetensi Sertifikasi Kewirausahaan

Sebanyak tujuh kaum difabel mengikuti uji kompetensi sertifikasi kewirausahaan di gedung BPPTK jalan MT Haryono No 872 Semarang, Sabtu (23/7). Uji kompetensi ini diselenggarakan untuk melihat parameter kapasitas para pelaku usaha.

Selain tujuh difabel, uji kompetensi juga diikuti oleh total 180 peserta dari usaha perorangan dan kelompok usaha kecil menengah yang terselenggara kerjasama antara Pusat Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan (P2BK) Unisbank, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah serta Akumandiri.

Ketua Pusat Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan (P2BK) Unisbank, Fitika Andraini mengatakan uji kompetensi ini pertama kali dilakukan di Jawa Tengah dan yang lolos akan mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai parameter pelaku usaha.

Sementara itu Ketua Sahabat Difabel Kota Semarang, Noviana, menjelaskan, dengan mengikuti uji kompetensi ini, kaum difabel yang masih ada rasa kurang percaya diri bisa memperoleh kesempatan dalam berusaha sehingga tidak bergantung kepada orang lain.

“Dengan ini bisa menjawab tantangan usaha dan mengembangkan jaringan usaha agar komunitas difabel tidak bergantung pada orang lain,” katanya.

Salah satu penyandang difabel, Arif Budiyanto berharap dengan mengikuti uji kompetensi ini dapat menambah ilmu bagaimana mengelola sebuah usaha dengan baik. Ia pun berkomitmen untuk melepaskan ketergantungan dengan orang lain dan memulai membuka usaha sendiri secara mandiri.

“Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi teman-teman lainnya yang mempunyai keterbatasan fisik jangan mengandalkan dan mengharapkan iba orang lain,” ujarnya yang hanya memiliki fisik kurang dari satu meter.

Sumber:

http://berita.suaramerdeka.com/tujuh-difabel-ikuti-uji-kompetensi-sertifikasi-kewirausahaan/

Unisbank Gelar Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu

Mekanisme perencanaan pembangunan nasional sebagaimana diatur dalam UU Nomor 25 Tahun 2004 tersebut sudah cukup relevan atau dapat dikatakan “tepat” sebagai guidance of the right way yang memadukan berbagai kepentingan, baik itu kepentingan negara (presiden terpilih) maupun partisipasi masyarakat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi negara. Demikian disampaikan oleh Dr.Refly Harun,SH.MH.L.L.M pada seminar nasional dan call paper multi disiplin ilmu dengan tema Kajian Multi Disiplin Ilmu dalam pengembangan Ipteks untuk mewujudkan pembangunan nasional semesta berencana sebagai upaya meningkatkan daya saing global yang digelar oleh Universitas Stikubank (Unisbank) di kampus Unisbank Kendeng, (28 Juli 2016).

Refly menilai, Gagasan pemberlakuan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) atau Program Pembangunan Nasional Semesta Berencana merupakan sebuah langkah mundur dalam penguatan sistem presidensial dan demokrasi. Hal itu disebabkan besarnya potensi menempatkan kembali MPR sebagai lembaga tertinggi negara (pemegang kedaulatan tertinggi negara) atau locus of power. Jika itu terjadi, maka konsekuensi ketatanegaraan ke depannya berujung pada pola sistem pertanggungjawaban presiden tidak lagi kepada rakyat melainkan kepada MPR. Kondisi ini akan sangat menyulitkan bagi presiden terpilih dalam mewujudkan tujuan bernegara dan mengewajantahkan visi dan misi yang dijanjikan selama masa kampanye pemilihan umum presiden.

Dalam seminar ini diikuti kurang lebih dari 200 orang yang terdiri dari unsur akademisi dan lembaga pemerintahan. Selain refly harun, turut hadir pakar IT, yaitu Ir.Onno Widodo Purba,M.Eg.Ph.D. dengan keynote speaker Dirjen pembelajaran dan kemahasiswaan Kemenristek Dikti, Prof.Intan Ahmad,Ph.D. Rektor UNISBANK Semarang, Dr.H.Hasan Abdul Rozak,SH.CN.MM salam sambutanyya  menuturkan, seminar nasional dan call paper multi disiplin ilmu ini kita selenggarakan rutin setiap tahunnya dan ini sudah yang kedua kalinya. Hal ini tak lain bertujuan untuk mengkonsolidasikan para akademisi untuk membuat kajian-kajian dari berbagai disiplin ilmu. Selain seminar, akan dibedah dan didiskusikan 85 kajian dari tokoh akademisi yang akan dipresentasikan dalam forum ini. Dari 115 kajian, kita kategorikan dengan rincian, Teknologi Informasi 22 kajian, Teknik Industri 19 kajian, pariwisata 1 kajian, hukum 19 kajian,ekonomi da bisnis 42 kajian,bahasa dan ilmu budaya 12 kajian.

Hasan menambahkan, menambahkan, mudah-mudahan dengan berbagai kajian disiplin ilmu ini mampu memberikan sumbangan pemikiran untuk melakukan pambangunan yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Tentunya ini juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan dasa saing global sehingga tidak akan kalah dengan negara negara asean lainnya.