Berita Terbaru

The latest news from the Joomla! Team

Mahasiswa Keuangan dan Perbankan Belajar KUP ke Kudus

Kudus - ’Pak, apa kiat-kiat agar sebuah produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bisa menembus pasar ekspor?’ Itulah salah satu pertanyaan Ulfah, salah seorang mahasiswa Unisbank yang berkunjung ke Kudus, Kamis (2/6). Kedatangan puluhan mahasiswa tersebut ingin belajar mengenai penyaluran kredit tanpa jaminan dari Bupati Kudus.

Mereka bertemu sosok yang tepat. Ya! H. Musthofa adalah Bupati Kudus yang juga seorang pemerhati ekonomi kerakyatan melalui UMKM. Berkat gagasannya, dirinya membuat sebuah pinjaman modal usaha produkif tanpa jaminan yang disebut kredit usaha produktif (KUP). Untuk memenuhi impiannya bahwa kekuatan ekonomi masyarakat harus bangkit.

Di depan para mahasiswa, dengan gamblang Pak Bupati memaparkan mengenai ekonomi kerakyatan. Dijelaskannya, bahwa para pelaku usaha mikro yang jumlahnya lebih dari 98 persen inilah penyangga ekonomi nasional yang sesungguhnya. Karena sudah terbukti kokoh dalam menghadapi badai krisis ekonomi beberapa tahun silam.

”Dan hampir 80 persen dari semua profesi orang-orang hebat adalah seorang pengusaha,” jelas Bupati yang juga seorang pengusaha.

Dalam berwirausaha tentu tidak lepas dari permasalahan. Tetapi, dengan usaha yang gigih, penuh kreativitas dan inovasi serta mau untuk terus belajar, semua itu bisa tersolusikan. Sebuah usaha bisa dikatakan eksis manakala telah melampaui usia 10 tahun. Karenanya berbagai hambatan dan rintangan harus dijadikan pelajaran untuk bangkit menuju sukses.

Namun demikian, perlu hadirnya peran negara (pemerintah) untuk memfasilitasi untuk pengembangan UMKM bagi peningkatan produktivitas dan pemasarannya. Seperti pemberian kesempatan untuk berinovasi dalam sebuah ekspo serta bantuan permodalan secara materi, atau bahkan pelatihan keterampilan SDM dari balai latihan kerja (BLK).

”Negara harus hadir untuk membantu permasalahan seluruh rakyat.
Termasuk para pelaku usaha mikro kecil ini. Maka KUP yang saya gagas ini semoga bisa menjadi salah satu solusi permodalan,” jelasnya.

Bupati juga menambahkan bahwa membangun jaringan sangat penting dalam berbisnis. Secara konkrit yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk forum usaha sebagaimana forum UMKM Jateng yang dibinanya. Karena itu bisa membantu permasalahan dalam pemasaran. Bahkan dengan jaringan ini, produk yang dihasilkan bisa menembus pasar ekspor sebagaimana produk UMKM Kudus.

”Modal utama yaitu niat. Jangan mudah putus asa dan teruslah berinovasi secara kreatif. Jejaring yang terbentuk akan membantu dalam memasarkan produknya,” pungkasnya.(rg)

sumber:http://kudusnews.com/main/read/1/news/843/mahasiwa-unisbank-semarang-belajar-kup-ke-kudus

Fakultas Teknik Unisbank Gelar Gebyar Anak Sholeh

Sejumlah 200 anak usia dibawah 12 tahun mengikuti Gebyar Anak Sholeh yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Unisbank Semarang. Gebyar Anak Sholeh ini merupakan acara rutin tahunan yang digelar dengan melibatkan anak Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Tempat Pendidikan Alqur’an (TPQ) di seluruh kota Semarang. Dalam Gebyar Anak Sholeh ini, ada 3 (tiga) kategori yang dilombakan, yaitu lomba mewarnai usia 5 – 7 tahun, hafalan Alqur’an surat pendek kategori A usia 6 – 8 Tahun dan kategori B dengan peserta usia 9-12 tahun. Lomba diselenggarakan hari Minggu, 29 Mei 2016 di lantai 9 Kampus Unisbank Semarang Kendeng.

Dekan Fakultas Teknik Unisbank Semarang, Antoni, ST. MT. menuturkan, dalam Gebyar Anak Sholeh ini panitia menyediakan hadiah uang tunai dengan total sebesar 5 juta rupiah, piala, hingga sertifikat. Acara ini diselenggarakan tidak lebih karena mendorong anak-anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif. Banyak anak-anak usia sekolah yang justru para orang tua menyediakan berbagai fasilitas sehingga anak-anak justru menjadi jiwa yang pemalas. Gadget misalnya, justru membuat anak menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game. Apalagi jika disertai dengan paket internet, ini tentunya menyebabkan orang tua juga sulit melakukan kontrol jika anak memanfaatkan browsing yang berbau pornografi. Dengan kondisi inilah Fakultas Teknik Unisbank Semarang menyelenggarakan Gebyar Anak Sholeh. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat memberikan motivasi terhadap anak untuk terus berprestasi, ujarnya.

Pada Gebyar Anak Sholeh tahun 2016 ini, Juara Hafalan kategori A untuk juara pertama Halwa dari TPQ Al-Falah, juara kedua Akmila Meidina dari  SD IT Bina Insani dan juara ketiga Nydiavita Azzahra dari SD IT Bina Insani. Pemenang kategori B yaitu Juara pertama Nashila Ulfa, juara kedua Abzaq Lie Izzad dan juara Ketiga Muhammad Rozan.  Lomba mewarnai diraih juara pertama oleh Danessa dari TPQ Al Fajar, juara kedua Yudhi dari TPQ Al Azhar dan juara ketiga Sabila dari TPQ Annur.

Fakultas Pariwisata Gelar Ujian Sertifikasi

Fakultas pariwisata Universitas Stikubank (Unisbank) Unisbank Semarang bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Gunadharma Utama menyelenggarakan ujian sertifikasi profesi. Sebanyak 98 orang mengikuti ujian berupa pengetahuan dan ketrampilan. Terdapat 4 profesi pariwisata yang diujikan, yaituFood Beverage Service, Food Product, Housekeeping dan Front Office. Ujian sertifikasi profesi pariwisata ini diselenggarakan di Gedung D.6.1 Kampus Unisbank Kendeng Semarang (28 mei 2016).

Dekan Fakultas  Unisbank Semarang Artin Bayu Mukti,A.Par.,M.Par menuturkan, ujian kompetensi ini merupakan sarana untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku pariwisata. Dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) memaksa para pelaku pariwisata harus bersaing dengan tenaga kerja asing. Jika tidak disiapkan mulai dari sekarang, kita khawatir nanti pelaku pariwisata akan didominasi tenaga asing, jelasnya. Bayu menambahkan, para peserta ujian sertifikasi juga mendapatkan tambahan pengetahuan dan ketrampilan juga dari Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang,khususnya profesi Food Beverage Service, jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Drs. Giarsito Sapto Putranto dari Dinas Pariwisata Kota Semarang. Dalam sambutannya Giarsito memberikan apresiasi terhadap kegiatan ujian sertifikasi ini. Dengan mempunyai sertifikat kelulusan ujian sertifikasi,maka ini dapat dijadikan parameter akan kualitas pelaku pariwisata. Kualitas produk itu tidak lepas dari bagaimana pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki pelaku pariwisata itu sendiri. Hal ini sejalan dengan kampanye pemkot semarang, Ayo berwisata ke Semarang, jelasnya.

Sedangkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Gunadharma Utama Vera Dhamayanti mengungkapkan, ini adalah awal kerjasama yang baik dengan Fakultas Pariwisata Unisbank Semarang. Kita sama sama mempunyai komitmen untuk terus menerus meningkatkan kapasitas para pelaku pariwisata jelasnya.

Unisbank Gelar Kuliah Umum Bahasa Mandarin

Dimulainya masyarakat ekonomi asean (MEA) secara langsung menuntut bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia,termasuk penguasaan bahasa. Dalam rangka itulah, pada tanggal 19 Mei 2016, Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang  menyelenggarakan kuliah umum bertema “Metode Mudah Belajar Bahasa Mandarin”. Kuliah umum yang diselenggarakan di kampus Unisbank Kendeng ini menghadirkan Koordinator Pelatihan Bahasa Mandarin dari Dinas Pendidikan kota Beijing, yaitu Mrs. Wang Na.

Rektor Unisbank Semarang, Dr.H. Hasan Abdul Rozak, SH.CN.MM dalam sambutannya menuturkan, kuliah umum ini merupakan tindaklanjut kerjasama Unisbank dengan Univeritas Guangdong  dan juga pemerintah Tiongkok (China). Seperti yang sudah tertuang dalam perjanjian sebelumnya, kerjasama ini berkaitan dengan pengembangan dunia pendidikan, mulai dari penelitian, hingga program beasiswa. pemerintah Tiongkok dan Universitas Guangdong secara terbuka sudah menawarkann program beasiswa studi lanjut untuk program sarjana dan paska sarjana di Tiongkok. Selain itu juga masing masing kelembagaan berkomitmen untuk menyelenggarakan program pertukaran mahasiswa dan dosen. Sehubungan dengan tindaklanjut program kerjasama inilah maka penting bagi kita untuk memahami budaya Tiongkok beserta  bahasa yang mereka pakai sehari hari. Bagaimana mungkin kita akan kirim dosen untuk studi lanjut jika kita belum banyak mengerti bahasa mandarin, jelasnya.

Dr.H. Hasan Abdul Rozak, SH.CN.MM menambahkan, sebelumnya juga, Unisbank juga mendatangkan dekan Fakultas Bahasa Asing-Universitas Guangdong, Prof Cai Jin Cheng MA. Bahkan belum lama ini juga Unisbank menyelenggarakan seminar internasional bertajuk Pemahaman Lintas Budaya antara Indonesia dan Tiongkok kerjasama juga dengan Hebei Normal University Cina, tuturnya.

Hadir sebagai peserta kuliah umum sujumlah 120 orang yang terdiri dari  dosen dan mahasiswa di 6 (enam) Fakultas Unisbank, yaitu Fakultas Ekonomika & Bisnis, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Hukum, Fakultas Pariwisata, Fakultas Teknik serta Fakultas Bahasa dan Ilmu Budaya. Dalam kuliah umum itu juga, Mrs.Wang Na mengajak para peserta untuk praktek berkomunikasi dengan bahasa mandarin secara mudah.

Fakultas Hukum Unisbank Gelar Debat Konstitusi

SEMARANG – Pro-kontra dalam berbagai persoalan hukum seringkali terjadi. Yang terbaru saat ini adalah pro-kontra dalam menyikapi wacana hukuman kebiri terhadap pelaku kejahatan seksual.

Bahkan, belum lama ini ruang lingkup praperadilan terhadap penetapan tersangka juga memunculkan pro-kontra setelah dikabulkannya gugatan praperadilan terhadap penetapan tersangka perwira Polri Budi Gunawan. Pro-kontra ini muncul, karena penetapan tersangka tidak masuk dalam ruang lingkup praperadilan yang diatur dalam KUHAP.

Berbagai persoalan hukum inilah yang melatarbelakangi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Hukum Unisbank menyelenggarakan Kompetisi Debat Konstitusi tingkat internal Unisbank Semarang. Debat konstitusi diikuti tim yang terdiri atas tiga orang. Total ada 21 mahasiswa yang ikut dalam kompetisi ini.

Ketua panitia debat konstitusi, Abdulah Abas mengatakan, ada beberapa tema yang ditentukan panitia, yaitu Praperadilan Penetapan Tersangka, Dana Aspirasi DPR, Peninjauan Kembali yang boleh diajukan lebih dari satu kali, dan Tindak Pidana Korupsi masuk KUHP.

Total hadiah yang disediakan panitia adalah uang tunai sebesar Rp 1 juta, piala, dan sertifikat. Abas mengatakan, dalam babak final peserta debat konstitusi kelompok pro dan kontra akan diminta panitia untuk mengupas soal wacana dihidupkannya kembali Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Dekan Fakultas Hukum Unisbank Semarang Dr Safik Faozi SH MHum saat membuka acara mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap acara ini. Kegiatan ini dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam bidang hukum.

”Dinamika hukum begitu cepat berkembang. Berbagai persoalan yang muncul dalam masyarakat harus mampu diselesaikan dengan hukum. Bukan tidak mungkin mahasiswa mampu menemukan hukum baru,” katanya dalam rilis yang dikirim ke Suara Merdeka, kemarin. (D9-37)

 

Sumber : Suara merdeka