| UNISBANK Tuan Rumah Seminar Safety Overclocking ASUS |
|
Dengan berpegang kepada motto-nya, entrepreneurial university, Unisbank Semarang yang juga mengusung pelayanan pendidikan berbasis ICT, diawal tahun 2012 memiliki segudang aktivitas positif bagi mahasiswanya. Setelah menggelar entrepreneurial expo 2012 (10-11/1), Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Unisbank terpilih sebagai tuan rumah diadakannya seminar Overclocking pada Kamis(26/1), yang merupakan seminar pembuka diawal tahun 2012 ini. Seminar ini dilaksanakan di Kampus Mugas dan mendapat sambutan yang baik dari kalangan siswa SMA, mahasiswa, dan dosen UNISBANK dengan jumlah peserta lebih dari 100 orang. Overclocking pernah marak di tahun 90an, yaitu menjalankan perangkat keras (hardware) di luar spesifikasi yang telah ditetapkan oleh produsen, sehingga diperoleh performa yang lebih tinggi dari hardware yang harganya terjangkau. Saefurrohman, M.Cs selaku ketua panitia seminar ini mengemukakan bahwa seminar overclocking ini merupakan rangkaian acara “Seminar dan Final Basic & Extreme Overclocking Competition” yang digelar oleh ASUS dan Jagat Review sebagai media partner, Cooler Master dan Western Digital selaku hardware vendor partner, di enam kota, termasuk Fakultas Teknologi Informasi Unisbank sebagai venue partner, yang mewakili regional Jawa Tengah.Seminar dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Informasi Bapak Dwi Agus Diartono, M.Kom. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuan dengan diadakannya seminar ini adalah dalam rangka memajukan teknologi informasi bagi civitas akademika untuk dapat bersaing di tingkat internasional. Seminar diawali dengan refresh hardware yang akan mengisi pasaran tahun 2012 oleh Bapak Ryan selaku perwakilan dari ASUS. Disusul kemudian, pemaparan oleh Bapak Eddy Nuraharjo, S.T, M.Cs selaku dosen FTI Unisbank yang mengusung tema Microcontroller Project in Electronics Design. Tema ini menjelaskan kepada peserta seminar tentang rekayasa pengembangan dan implementasi mikrokontroler dan teknik pemrograman berbasis elektronika dan komputer untuk sistem kendali. Selain itu juga dikatakan bahwa electronic project design merupakan perancangan integrated circuit (IC) dari gerbang logika yang dioptimalkan. Sesi puncak seminar ini menghadirkan Bapak Alva Jonathan yang dikenal sebagai salah satu pakar overclocking (ocer) Indonesia. Setelah membeberkan apa itu overclocking, tujuan dasar overclocking, Bapak Alva mencuatkan satu pertanyaan, mengapa komputer bisa di-overclock? Dengan gamblang beliau menjelaskan detail seputar overclocking dari keuntungan, kerugian, komponen-komponen yang umum di-overclocking, klasifikasi, teori overclocking hingga demo bagaimana menguji kestabilan/kenaikan performa setelah overclocking. Di sela-sela pemaparannya sekali-sekali beliau melontarkan pertanyaan kepada peserta seminar, jika dapat menjawab maka peserta diberikan cinderamata. Bukan hanya itu, bagi peserta yang mengajukan pertanyaan yang diluardugaan akan mendapatkan perlakuan yang sama, sehingga memberikan suasana yang dinamis. Di waktu terpisah, Bapak Alva mengatakan bahwa seminar ini bertujuan untuk me-refresh seputar overclocking yang pernah marak dan mempertahankan eksistensi komunitas-komunitas overclocking di Indonesia. Seperti seminar-seminar sebelumnya, mahasiswa Unisbank merasakan banyak hal yang berubah dalam diri mereka setelah mengikuti seminar. Hal ini menjadi bukti bahwa animo mahasiswa mengenai pendidikan sudah mengalami perubahan. Dari yang dahulunya hanya beranggapan bahwa pendidikan hanya memperoleh melalui proses belajar-mengajar, saat ini sudah mengalami perluasan. Beberapa mahasiswa mengatakan bahwa setelah mengikuti seminar, minat mereka untuk membaca buku meningkat. Hal ini dikarenakan mereka merasa bahwa dengan membaca buku dan seminar, keingintahuan mereka mengenai pengetahuan ini dapat terpenuhi. Terlebih diprediksikan overclocking akan marak kembali di tahun 2012 ini. |














