Peta Lokasi Kampus

SMS Gateway

Kirimkan Kritik/Saran/Keluhan Anda ke

085326087354

Untuk Universitas :
ketik UNIV#isi pesan

Fakultas Teknologi Informasi :
ketik FTI#isi pesan

Fakultas Ekonomi :
ketik FE#isi pesan

Fakultas Bahasa :
ketik FBIB#isi pesan

Fakultas Hukum :
ketik FH#isi pesan


Fakultas Teknik :
ketik FT#isi pesan

Facebook

Unisbank on Facebook

Twitter

Rendah, Peminat Pendidikan Doktor

Jakarta, Kompas – Peminat pendidikan S-3 atau doktor, baik di dalam maupun luar negeri terutama untuk dosen dan peneliti, masih kurang. Akibatnya, kuota pendidikan S-3 tidak terpenuhi dan beasiswa yang sudah tersedia tak termanfaatkan [...]

 

Sumber Berita : kopertis12.or.id

 
Indonesia Raih Penghargaan Pemberantasan Perdagangan Narkoba

Keseriusan Indonesia dalam upaya memberantas perdagangan narkoba, baik pada tingkat regional maupun internasional mendapat penghargaan dari penyelenggaraan  International Drug Enforcement Conference (IDEC) dalam International Drug Enforcement Conference ke-30 (IDEC XXX) bertema “World Against Drugs!” yang berlangsung di Moskow, Rusia, 5-7 Juni 2013.

Dubes RI di Moskow, Djauhari Oratmangun, melaporkan capaian Indonesia melalui peran Badan Narkotika Nasional (BNN), terutama dalam pelaksanaan program pemetaan serta kapasitasnya dalam memperoleh informasi intelijen terkait peredaran narkoba di titik-titik perbatasan memperoleh pengakuan internasional dari IDEC.

Pada IDEC XXX di Moskow, Rusia, kali ini, Delegasi RI terdiri dari unsur BNN dan Kepolisian RI yang dipimpin oleh Kepala BNN, Komjen Pol. Anang Iskandar disertai Anggota Dewan Kehormatan BNN, Komjen Pol. (P) Gories Mere. Dubes RI di Moskow, Djauhari Oratmangun turut pula mendampingi Delegasi RI pada Pertemuan tersebut.

“IDEC memiliki sumber daya jejaring kerja agensi-agensi terkait antar anggotanya. Melalui pertukaran data dan informasi intelijen dalam mekanisme IDEC, manfaat langsung yang didapat Indonesia antara lain, adalah untuk mendukung operasi penangkapan para pelaku kejahatan narkoba,” jelas Djauhari.

IDEC adalah suatu forum global bagi para pejabat tinggi terkait penanganan masalah narkoba, didirikan tahun 1983, dan saat ini lebih dari 100 negara ikut berpartisipasi di dalamnya, termasuk Indonesia. Forum ini bertujuan sebagai wahana saling bertukar informasi mengenai isu narkoba dan guna membangun pendekatan terkoordinir bagi upaya penerapan hukum untuk memberantas penyelundup narkoba internasional.

Mendinginkan Rusia – AS

Lebih lanjut Dubes RI di Moskow, Rusia, Djauhari Oratmangun mengemukakan, dalam konperensi tersebut Rusia dan AS, dua negara besar dunia yang selama ini dipandang memiliki hubungan “panas-dingin” dan berseberangan paham terkait beberapa masalah regional dan internasional, bekerjasama dan bersatu padu dalam upaya menanggulangi ancaman narkoba yang telah meluas ke seluruh kawasan di dunia.

Pada kesempatan tersebut, Drug Enforcement Administration (DEA) AS sebagai sponsor, bersinergi dengan Federal Drug Control Service (FDCS) Rusia menjadi tuan rumah bersama atau “co-host” IDEC XXX kali ini. Dalam sesi pembukaan, Administrator DEA, M. Leonhart dan mitranya, V. Ivanov, Direktur FDCS memiliki pandangan yang sama bahwa narkoba telah menjadi ancaman global serta memerlukan upaya global untuk mengatasinya, dan IDEC XXX adalah forum yang tepat untuk membahas langkah-langkah kongkret lanjutannya.

Komitmen tertinggi Rusia untuk mensukseskan dan mendukung IDEC XXX ini tampak dari dihadirkannya Presiden Vladimir Putin yang turut memberikan kata sambutan. “Putin menegaskan bahwa Rusia siap untuk bahu-membahu bersama negara-negara dari seluruh kawasan untuk memerangi bisnis narkoba internasional,” ungkap Djauhari.

Menurut Djauhari Oratmangun, Presiden Rusia menegaskan,  bahwa bisnis narkoba telah menjadi masalah global karena telah terkait pula dengan kejahatan-kejahatan  lintas-batas yang terorganisir, termasuk imigrasi ilegal dan terorisme.

Sebagaimana diketahui, tahun lalu, Indonesia telah sukses menjadi tuan rumah IDEC XXIX yang diselenggarakan di Bali tanggal  12-14 Juni 2012 dengan tema “Enhancing the Spirit of International Partnership to Achieve the Greatest Success on Fighting Drug Crimes”.

(KBRI Moskow/ES)

 

Sumber Berita : setkab.go.id

 
Undangan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Mahasiswa Tahun 2013

Sebagai tindaklanjut dari rangkaian kegiatan pengembangan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) tahun 2013, setelah dilakukan Desk Evaluasi (tahap I), maka proposal PMW yang diajukan oleh mahasiswa di perguruan tinggi Saudara (terlampir) masuk nominasi yang proposalnya akan dilakukan Evaluasi tahap II (Presentasi) dan kami ikutsertakan dalam Pelatihan Kewirausahaan bagi Mahasiswa PTS di lingkungan Kopertis Wilayah VI Tahun 2013

Edaran Pelatihan Kewirausahaan 2013

Daftar Peserta yang lolos Evaluasi tahap II dan diundang untuk mengikuti Pelatihan Kewirausahaan

 

Sumber Berita : kopertis6.or.id

 

(ag)

 
Teknik Informatika Unisbank mendapatkan Akreditasi "B"

Program Studi S1 Teknik Informatika Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang, mendapatkan Akreditasi "B" dengan nilai 323 dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor Akreditasi : 164/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/VIII/2013,ini merupakan capaian prestasi yang cukup membanggakan bagi UNISBANK,semua itu tak lepas dari hasil kerja keras semua bidang yang ada di lingkungan sivitas akademika Universitas Stikubank, mulai dari dosen, karyawan serta mahasiswa.

Dewi Handayani ,M.Kom sebagai Ketua Program Studi mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerjasama semua pihak dalam pengisian borang akreditasi maupun menghadapi visitasi Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Beliau juga menyampaikan,untuk mahasiswa lulusan tahun akademik 2012 sudah menggunakan akreditasi yang baru, yaitu B.

 

 
Subsidi BBM Dikurangi, Bantuan Siswa Miskin Ditambah

Bandung --- Pemerintah berencana untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada pertengahan Juni 2013. Anggaran subsidi tersebut akan dialihkan untuk menyasar ke rakyat miskin melalui bantuan langsung dan pembangunan infrastruktur.

“Salah satunya adalah untuk bantuan siswa miskin (BSM),” ujar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik), Musliar Kasim, usai membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD/MI 2013 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/6).

Musliar menyebutkan, di tahun 2012 sasaran BSM sebanyak 3,9 juta siswa. Tahun ini, dengan dialihkannya subsidi BBM, ditargetkan 13,5 juta siswa tidak mampu di bidang ekonomi akan memperoleh BSM. Guru besar bidang pertanian Universitas Andalas (Unand) ini menambahkan,  tingkat kemiskinan di Indonesia adalah 11,6 persen, maka jika 13,5 juta anak diberi BSM maka 25 persen masyarakat dengan ekonomi terbawah telah terbantu.

“Tidak hanya siswa miskin, siswa yang kurang miskin itupun akan dapat bantuan. Jadi subsidi ini digunakan untuk kepentingan pendidikan,” tuturnya.

Agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran, Wamendik mengatakan monitoring penyaluran bantuan-bantuan tersebut dilakukan oleh seluruh kementerian. Ditambahkannya, pemerintah akan menyediakan SMS gateway bagi masyarakat untuk melaporkan jika ada penyaluran yang tidak tepat sasaran, atau justru menginformasikan kepada pemerintah jika ada siswa miskin yang belum mendapat BSM.

Musliar juga mengajak kepala sekolah atau guru-guru untuk berperan aktif mendaftarkan siswa yang tidak mampu di sekolahnya agar mendapat BSM. Pesan tersebut juga disampaikan kepada peserta OSN SD/MI 2013 ini. “Kalau ada diantara adik-adik yang orang tuanya kurang beruntung, laporkan kepada kepala sekolah, untuk dibantu oleh pemerintah. Itulah salah satu manfaat pengalihan subsidi,” katanya. (AR)

Indeks Berita

 

 

Sumber Berita :kemdiknas.go.id

 
<< Start < Prev 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Next > End >>

Page 68 of 140