UNISBANK-AKPOL Kembangkan Pendidikan Berkarakter

Universitas Stikubank (Unisbank) melakukan kerja sama dengan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang untuk menyinergikan pendidikan. Jalinan tersebut terwujud saat jajaran pimpinan Unisbank melakukan audiensi dengan pejabat Akpol, Kamis (9/1), di ruang Tribrata Utama kompleks Akpol.

Rektor Unisbank Dr Hasan Abdul Rozak SH CN MM didampingi para dekan fakultas diterima oleh Wakil Gubernur Akpol Brigjen Drs Sri Purjono MSi. Dalam audiensi tersebut mereka membicarakan tentang berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini.

Rektor Unisbank Dr Hasan Abdul Rozak SH CN MM mengatakan, bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami permasalahan serius. Pendidikan menjadi salah satu hal penting sebagai pondasi dalam membangun bangsa.

"Tidak hanya pendidikan di bidang hard skill, sebab soft skill juga penting untuk mengarahkan generasi bangsa agar bersikap profesionalisme sesuai bidangnya. Selain itu juga perlu ditunjang pendidikan karakter," ungkapnya.

Maka itu harapannya, lanjut dia, Unisbank dan Akpol dapat menemukan benang merah yakni pendidikan seperti apa yang akan diimplementasikan bersama. Dari hasil diskusi kedua pihak, mereka akan fokus pada pengembangan pendidikan karakter.

Wakil Gubernur Akpol Brigjen Drs Sri Purjono MSi mengakui, bahwa sistem pendidikan di Indonesia banyak yang harus diperbaiki. Mayoritas lembaga pendidikan masih menerapkan pendidikan yang bersifat instan, padahal pendidikan karakter memerlukan komitmen, waktu, dan harus mensinergikan dengan masing-masing institusi.

"Model pendidikan instan hanya mengejar ijazah saja, dan ini akan berdampak pada produk lulusannya. Jadi jangan heran kalau hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan," jelasnya. Mantan Kapolresta Tegal ini menambahkan, Akpol membuka diri kepada publik untuk bersama-sama memperbaiki sistem pendidikan.

Dalam audiensi tersebut, muncul gagasan untuk kerja sama dan menuangkan dalam bentuk MoU, yaitu Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan Akademik, khususnya pendidikan berkarakter.

 
Pakar Ekonomi Unisbank : Optimisme Jateng Hadapi Ekonomi 2014

http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=89603#.Us9ICln9Jkg

Membuka lembaran baru pada 2014, Jawa Tengah mengawalinya dengan optimisme kondisi perekonomian selama setahun ke depan dapat tumbuh positif meskipun perekonomian global belum menunjukkan perbaikan signifikan. 

Seperti kata pepatah, berbekal optimisme dan mengharapkan yang terbaik saja tidak cukup, dibutuhkan juga rasa percaya diri dan tahu bagaimana mengatasi hal yang terburuk.

Rasa percaya diri Jawa Tengah kuat karena adanya batu pijakan kondisi perekonomian pada tahun 2013 sehingga tahu bagaimana menghadapi tahun ini dengan lebih baik lagi.

Pada tahun 2013, kinerja ekonomi Jateng banyak disumbang tiga sektor ekonomi utama, yakni sektor industri pengolahan; sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR); serta sektor pertanian yang dalam lima tahun terakhir memiliki pangsa sekitar 73 persen dari total produk domestik regional bruto (PDRB).

Di sektor perbankan, juga menunjukkan kinerja yang baik dengan total aset Rp235,3 triliun atau tumbuh 13,14 persen (year on year/YoY) atau setara dengan 111,6 persen dari PDRB Jateng pada tahun 2012 (Rp210,9 triliun).

Total dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp172,6 triliun atau tumbuh 14,50 persen (YoY), atau lebih tinggi daripada pertumbuhan DPK Nasional sebesar 13,02 persen (YoY) dan rasio kredit UMKM bank umum total kredit umum sebesar 37,1 persen atau lebih tinggi daripada rasio kredit UMKM bank umum nasional (18,5 persen).

Estimasi Bank Indonesia, ketiga sektor utama yakni perdagangan, PHR, dan pertanian masih akan menjadi pendorong utama ekonomi Jawa Tengah pada tahun ini dibantu oleh sektor tersier.

Ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2014 diperkirakan tumbuh sekitar 5,8 persen hingga 6,3 persen, sedangkan pada tahun 2013 diperkirakan pada kisaran 5,6 persen hingga 6,1 persen (YoY).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indoensia Wilayah V Sutikno mengatakan bahwa stok beras Bulog yang cukup sampai 10 bulan mendatang diestimasikan mampu menahan kenaikan harga beras sehingga dapat menekan laju inflasi.

"Inflasi 2014 akan pada kisaran 4,5 persen plus minus satu persen. Risiko inflasi antara lain terkait dengan kenaikan harga komoditas internasional sejalan dengan membaiknya ekonomi global dan kebijakan Pemerintah menyesuaikan kenaikan tarif tenaga listrik," katanya.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, laju inflasi perlu dijaga pada tingkat yang rendah, khususnya harga pangan. Pasokan bahan pangan perlu dikelola dengan lebih baik sehingga surplus produksi di Jawa Tengah dapat membantu stabilitas inflasi kelompok "volatile foods".

Hal tersebut perlu dilakukan agar kenaikan upah dapat meningkatkan daya beli masyarakat sehingga konsumsi rumah tangga tetap tumbuh tinggi.

Terkait dengan kegiatan investasi, BI optimistis pada tahun ini akan ada peningkatan dengan adanya sejumlah proyek besar, di antaranya pembangunan fisik "spining" dan "garment" PT Sritex di Sukoharjo telah selesai dilaksanakan dan saat ini pada tahapan percobaan peralatan mesin telah mencapai 80 persen.

Proyek lain pembangunan pabrik saus dan sambal PT Indofood CBP Sukses Makmur di Semarang, pabrik gula PT Laju Perdana Indah di Pati, dan pembangunan pabrik semen PT Sinar Tambang Artha Lestari di Banyumas.

Selain pembangunan pabrik, kelanjutan proyek infrastruktur di Jawa Tengah, seperti jalan tol Semarang-Solo, pengembangan Bandara Udara Ahmad Yani, dan modernisasi Pelabuhan Tanjung Mas diperkirakan akan mendorong kinerja investasi Jawa Tengah.

Ketua Apindo Jateng Frans Kongi berharap, dengan pembangunan infrastruktur tersebut, investasi yang masuk ke Jawa Tengah makin banyak.

Frans juga menyoroti hal penting lainnya dalam investasi, yakni perizinan.

"Perizinan yang mudah dan tidak berbelit-belit menjadi syarat kelancaran investasi," katanya. 

Modal Jateng
Ekonom Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang Alimuddin Rizal Rivai menilai ekonomi Jateng pada tahun ini akan kembali melambat karena ketidakpastian ekonomi global.

Perlambatan ekonomi Jateng tersebut karena tahun ini diperkirakan hanya menyentuh 6,0 persen, sementara pada tahun 2012 6,34 atau di atas nasional yang hanya 6,2 persen dan pada tahun 2013 diperkirakan 5,6 persen hingga 6,1 persen.

Sejumlah faktor yang menyebutkan melambatnya ekonomi lainnya, yakni terkait dengan kebijakan fiskal, kenaikan BI Rate, melemahnya nilai tukar, menurunnya nilai ekspor, serta menurunya daya beli masyarakat.

Laju inflasi diperkirakan akan sedikit turun berkisar antara 6,2 persen dan 7,7 persen atau tidak sampai menyentuh dua digit.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi tahun kalender Desember 2013 dan laju inflasi "year on year" (Desember 2013 terhadap Desember 2012) sebesar 7,99 persen. Laju inflasi tersebut lebih tinggi bila dibandingkan tahun 2012 yang terjadi inflasi 4,24 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jateng Jam Jam Zamachsyari menjelaskan bahwa laju inflasi Jateng 2013 sebesar 7,99 persen, tetapi angka tersebut lebih rendah daripada daerah lainnya serta tingkat nasional yang tercatat 8,38 persen karenanya masih cukup baik.

Selain itu, jika dilihat dari profil kemiskinan, jumlah penduduk miskin di Jateng pada bulan September 2013 sebanyak 4,705 juta orang atau telah berkurang 28,08 ribu orang (0,13 persen) jika dibandingkan pada posisi pada bulan Maret 2013 (4,733 juta atau 14,56 persen).

Alimuddin menilai kondisi Jawa Tengah cukup baik dan 2014 sebagai tahun politik diperkirakan tidak banyak memberikan pengaruh signifikan. Begitu juga dengan menurunnya nilai ekspor diperkirakan juga tidak banyak memberikan pengaruh karena masih banyak industri yang mengandalkan bahan baku lokal, seperti mebel dan industri kayu serta bahan dari kayu.

Keinginan Gubernur Jateng untuk dapat mewujudkan kedaulatan pertanian akan membuahkan hasil jika seluruh jajaran pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, dapat merealisasikan semangat tersebut.

Kondisi Jateng makin baik karena di sektor lapangan usaha, Jateng memiliki modal yang cukup baik dengan dukungan UMKM. Apalagi, UMKM menjadi salah satu penopang utama dari industri pengolahan Jateng karena permintaan pasar domestik tetap tinggi.

"Modal lainnya adalah Jateng juga cukup dewasa menghadapi kondisi ekonomi politik saat ini. Masyarakat tetap kalem dan aktivitas masyarakat seperti berdagang dapat berjalan seperti biasa," katanya.

Alimuddin melihat dengan seluruh modal tersebut diperkirakan kondisi ekonomi Jateng pada tahun ini cukup baik. Ibarat mobil yang melaju kencang, kekencangan tersebut didorong oleh angin sehingga perlu waspada, demikian Ujar Regional Chief Economist BNI Jateng dan DIY ini.

Sumber Berita : antarajateng.com

 
Bedah Buku "Partikel by Dewi Dee Lestari" With Ryan Marina

Buku merupakan salah satu cara untuk mendapatkan ilmu entah itu berbentuk novel, majalah bahkan komik pun dapat menjadi sarana untuk belajar tergantung bagaimana cara kita menginterpretasikannya, bukankah begitu? Dan pada hari jumat, 13 Desember 2013 tepatnya pukul 14.00 ECC ( English Conversation Club) telah sukses mengadakan acara Bedah Novel dengan pembicara yang sangat berbakat dalam bidang bahasa yaitu Miss Ryan Marina yang didatangkan dari Unnes. Dengan mengusung buku berjudul "Partikel by Dewi Dee Lestari" acara ini berhasil menggaet 45 orang peserta dari seluruh fakultas di Unisbank ini.


Acara dibuka oleh Mr.Teguh Kasprabowo selaku pembina ECC dan juga salah satu dosen di fakultas bahasa setelah itu dilanjutkan dengan inti dari acara.Para peserta terlihat sangat antusias mendengarkan penjelasan dari Miss Ryan. Pada sesi tanya jawab ada 5 mahasiswa yang mengajukan pertanyaan dan 3 beruntung berhasil membawa pulang hadiah yaitu masing2 sebuah novel.


Stefani wanda selaku ketua dari acara ini mengungkapkan bahwa acara ini sangatlah penting untuk memperdalam pengetahuan mengenai sastra dan juga membantu mahasiswa dalam menginterpretasikan suatu karya sastra."diharapkan acara ini dapat berlangsung setiap tahun dan dengan skala yang lebih besar lagi." ungkap beliau.

 

 
Studi Banding BEM Fakultas Teknik ke HM Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UII Yogyakarta

Salah satu program kerja BEM Fakultas Teknik UNISBANK tahun 2013 adalah studi banding. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 Desember 2013 dengan mengunjungi Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Studi banding ini diikuti oleh BEM Fakultas Teknik UNISBANK dan  HMPS Teknik Industri UNISBANK. Turut mendampingi sudi banding ini Dosen Fakultas Teknik antara lain Antoni Yohanes,S.T,M.T, Firman Ardiansyah Ekoanindiyo,S.T,M.T, Agus Setiawan,S.T,M.T, Enty Nur Hayati,S.T,M.T, dan Eddi Indro Asmoro,S.T,M.T. Rombongan berangkat dari Kampus Kendeng pukul 07.00 WIB.

Ketua BEM Fakultas Teknik, Mumpuni Wijiasih Fitriyah mengatakan kegiatan studi banding dilaksanakan selain sebagai salah satu program kerja BEM Fakultas tahun 2013 juga diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi Fakultas Teknik UNISBANK, ajang silaturahmi antar lembaga kemahasiswaan, sharing program kerja bagaimana mendapatkan sponsor program kerja. Selain itu dapat mengetahui proses belajar mengajar serta  melihat sarana prasarana pendukung yang ada di Fakultas Teknologi Industri UII Yogyakarta. Puni menambahkan dengan studi banding ini BEM Fakultas Teknik UNISBANK dapat mengenal dan mengetahui lebih jauh  Himpunan Mahasiswa Teknik Industri di Fakultas Teknologi Industri UII Yogyakarta.

Dalam kunjungannya rombongan BEM dan HMPS disambut oleh Vicky Zubatha, Ketua Himpunan Mahasiswa  Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UII Yogyakarta. Dalam sambutannya Vicky merasa senang dengan kedatangan rombongan dari BEM Fakultas Teknik UNISBANK dan berharap dapat memperat persahabatan dan silaturahmi antar kedua lembaga ini. Vicky menjelaskan struktur organisasi yang ada di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UII Yogyakarta yaitu : 1. Departemen Litbang dengan program kerja makrab, diklat keorganisasian, research club industry. 2. Departemen Rumah Tangga dan Pengabdian Masyarakat program kerjanya upgrading pengurus 2013/2014. 3. Departemen Kewirausahaan dengan program kerja kunjungan unit usaha dan seminar kewirausahaan. 4. Departemen Informasi dan Komunikasi program kerja kunjungan industri dan studi banding. 5. Departemen Minat dan Bakat dengan program studi pergelaran seni dan usaha.

Setelah menjelaskan struktur organisasi Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UII Yogyakarta diadakan tanya jawab yang antara lain menanyakan kendala dalam setiap kegiatan program kerja. Kendala yang ada seperti panitia yang tidak bertanggung jawab diatasi dengan mengadakan acara gathering untuk mengakrabkan panitia dan black list setiap kegiatan yang ada di program studi atau fakultas sampai mahasiswa tersebut lulus kuliah. Setiap kegiatan di program studi atau fakultas memaksimalkan pengurus untuk terlibat dalam kepanitiaan.

Setelah makan siang dan shalat dzuhur acara dilanjutkan dengan melihat laboratorium yang ada di Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UII Yogyakarta diantaranya Laboratorium Sistem Manufaktur Terintegrasi, Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi, Laboratorium Statistik Industri dan Optimasi, Laboratorium Pemodelan dan Simulasi Industri, Laboratorium Enterprise Resource Planning (ERP), dan Laboratorium Inovasi dan Pengembangan Organisasi. Acara kunjungan diakhiri dengan penyerahan dan pertukaran cendera mata. Dari Fakultas Teknik UNISBANK penyerahan cendera mata oleh Antoni Yohanes,S.T,M.T selaku Dekan sedangkan dari Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UII Yogyakarta diserahkan oleh Drs. H.M Ibnu Mastur,MSIE selaku Ketua Program Studi.

 
Unisbank Semarang Gelar Festival Budaya

Sejumlah mahasiswa dan dosen Unisbank Semarang menyaksikanpagelaran Cultural Festival #1 di area parker kampus Unisbank Jl Trilomba Juang No 1 Semarang, Selasa (17/12/2013).


Pagelaran menampilkan drama berbahasa Inggris, tarian Jawa, pembaca anpuisi, geguritan, dan music akustik.
Ketua panitia Yulistiyanti yang juga dosen Fakultas Bahasa dan IlmuBudaya (FBIB) Unisbank mengatakan, kegiatan cultural festival sebagai ajang mengembang kankreatifitas mahasiswa dalam bidang seni dan budaya.

"Agar mahasiswa bias melestarikan budaya tradisional khususnya Jawa dan mengkombinasikan dengan budaya popular," katanya.
Yulis menyebut, festival budaya tersebut merupakan kali pertama digelar di kampus tersebut.


"Ini jugamenjadi ajang mahasiswa mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris nyamelalui drama," katanya.
Yulis menambahkan, mahasiswa FBIB dari semester 1-7 ikut meramaikan dengan penampilan masing-masing.

 
<< Start < Prev 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 Next > End >>

Page 83 of 159