Kementerian Kesehatan Buka Kesempatan Tugas Belajar Dalam Negeri

Pelaksanaan Penerimaan Calon Peserta Tugas Belajar Dalam Negeri Bagi SDM Kesehatan Tahun 2013

Dalam rangka mengembangkan SDM Kesehatan, perlu mendorong setiap SDM Kesehatan untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan serta profesionalisme berbasis kompetensi melalui pendidikan lanjutan dalam bentuk pemberian tugas belajar.

Sehubungan dengan telah ditetapkannya Surat Edaran Kepala Badan PPSDM Kesehatan, Nomor 4382 Tahun 2013, tentang Ketentuan Pelaksanaan Penerimaan Calon Peserta Tugas Belajar Dalam Negeri Bagi SDM Kesehatan Tahun 2013. Untuk informasi lebih lanjut silahkan unduh Edarannya dengan Klik disini atau di sini

Kementerian Kesehatan Buka Kesempatan Tugas Belajar


Oleh : DESK INFORMASI SETKAB

Selasa, 4 Juni 2013
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka kesempatan tugas belajar dalam negeri untuk program S-1,S-2, dan S-3 bagi pegawai negeri sipil (PNS) SDM Kesehatan tahun 2013.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Kepala Badan PPSDM Kesehatan, dr Untung Suseno Sutarjo tanggal 28 Mei itu disebutkan, program studi yang diikuti pada Pendidikan Tinggi Negeri (PTN) yang terakreditasi minimal “B”, dan apabila Program Studi dan Peminatan yang dibutuhkan tidak terdapat di PTN, maka calon peserta dapat mengikuti seleksi  akademik di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terakreditasi minimal “B” dari  lembaga yang berwenang.

Dalam SE itu disebutkan, bagi PNS yang menduduki jabatan struktural diberhentikan dari jabatannya, dan bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional akan dibebaskan sementara dari jabatannya. Selain itu, PNS calon peserta tidak sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat, dan tidak sedang melaksanakan pendidikan dan pelatihan penjenjangan.

Adapun jangka waktu pelaksanaan pendidikan adalah:

a. Program Strata I (S-1) paling lama 4 (empat) tahun;

b. Program Strata II (S-2) paling lama 2 (dua) tahun;

c. Program Strata III (S-3) paling lama 4 (empat) tahun;

Sedang Komponen bantuan beasiswa pendidikan bagi peserta tugas belajar SDM meliputi:

a. Bantuan Biaya Hidup dan Operasional;

b. Uang Buku dan Referensi;

c. Biaya Untuk Pendidikan terdiri dari SPP, Matrikulasi dan Praktek (dibuktikan dengan SK Rektor);

d. Biaya Riset secara at cost dengan melampirkan TOR/Proposal yang sudah  disahkan oleh Dosen pembimbing, RAB dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab  Mutlak (SPTJM);

e. Transport keberangkatan dan kepulangan secara at cost dan uang harian.

Jenis pendanaan yang ditanggung oleh Kementerian Kesehatan selama tugas belajar meliputi:

a. Biaya penuh, diberikan selama peserta tubel mengikuti proses pendidikan sejak  semester awal hingga akhir, sesuai dengan batas masa studi maksimal;

b. Biaya parsial, diberikan kepada mereka yang sedang mengikuti proses  pendidikan (maksimal semester III bulan September 2013) dan belum  memperoleh dana. Dana tubel yang diberikan adalah dana lanjutan selama  peserta tugas belajar masih dalam proses belajar mengajar yang dibuktikan  dengan surat keterangan dari Institusi Pendidikan, dan bagi peserta yang  diusulkan maka semua ketentuan tetap mengacu dalam Surat Edaran ini.

“Peserta yang mengikuti pendidikan tahun 2013 sudah dalam penyusunan  skripsi/thesis tidak diberikan bantuan beasiswa,” bunyi Surat Edaran itu.

Persyaratan

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan mengikuti tugas belajar SDM Kesehatan harus

memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1. Program Studi/Peminatan yang diambil, sesuai dengan lampiran 1;

2. Untuk Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, Program Studi/Peminatan yang  diambil dapat menyesuaikan dengan peminatan sesuai kebutuhan Unit Pusat;

3. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pusat dan Daerah;

4. Mendapatkan ijin tertulis/surat tugas dari atasan langsung untuk mengikuti seleksi  administrasi dan seleksi akademik;

5. Masa kerja paling kurang 1 (satu) tahun terhitung sejak diangkat sebagai PNS;

6. Program studi/peminatan yang akan ditempuh harus mempunyai hubungan atau  sesuai dengan kebutuhan organisasi;

7. Usia maksimal dihitung pada saat seleksi administrasi di Pusat :

a. Program Strata I (S-1) atau setara berusia paling tinggi 25 (dua puluh lima)  tahun;

b. Program Strata II (S-2) atau setara berusia paling tinggi 37 (tiga puluh tujuh)  tahun;

c. Program Strata III (S-3) atau setara berusia paling tinggi 40 (empat puluh) tahun;

8. Untuk daerah terpencil, tertinggal, dan terluar atau jabatan sangat diperlukan (Dosen, Peneliti dan Widyaiswara), usia maksimal dihitung pada saat seleksi  administrasi di Pusat :

a. Program Strata I (S-1) atau setara berusia paling tinggi 37 (tiga puluh tujuh)  tahun;

b. Program Strata II (S-2) atau setara berusia paling tinggi 42 (empat puluh dua  tahun) tahun;

c. Program Strata III (S-3) atau setara berusia paling tinggi 47(empat puluh tujuh)  tahun;

9. Program studi yang diikuti pada Pendidikan Tinggi Negeri (PTN) yang  terakreditasi minimal “B”, dan apabila Program Studi dan Peminatan yang  dibutuhkan tidak terdapat di PTN, maka calon peserta dapat mengikuti seleksi  akademik di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terakreditasi minimal “B” dari  lembaga yang berwenang;

10. Bagi PNS yang menduduki jabatan struktural diberhentikan dari jabatannya;

11. Bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional dibebaskan sementara dari  jabatannya;

12. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam 1 (satu) tahun terakhir paling  kurang bernilai baik;

13. Tidak sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat;

14. Tidak sedang melaksanakan pendidikan dan pelatihan penjenjangan;

15. Jangka waktu pelaksanaan pendidikan :

a. Program Strata I (S-1) paling lama 4 (empat) tahun;

b. Program Strata II (S-2) paling lama 2 (dua) tahun;

c. Program Strata III (S-3) paling lama 4 (empat) tahun;

16. Jangka waktu pelaksanaan tugas belajar sebagaimana dimaksud pada angka 15,  masing-masing dapat diperpanjang paling lama 1 tahun (2 semester) atas persetujuan sponsor dan/atau instansi.

17. Bagi PNS yang belum dapat menyelesaikan tugas belajar setelah diberikan  perpanjangan waktu 1 tahun sebagaimana dimaksud pada angka 16, dapat  diberikan perpanjangan kembali paling lama 1 (satu) tahun, dengan perubahan  status menjadi izin belajar dan tetap dapat meninggalkan tugasnya sebagaimana  berlaku bagi tugas belajar.

18. Jangka waktu pemberian bantuan beasiswa adalah selama jangka waktu  pelaksanaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 15.

19. Bagi calon peserta telah mengabdikan diri minimal 3 (tiga) tahun, khusus dosen  minimal 1 (satu) tahun setelah lulus pendidikan terakhir;

Seluruh dokumen tersebut di  atas, segera dikirimkan ke :

KEPALA PUSAT STANDARDISASI, SERTIFIKASI DAN  PENDIDIKAN BERKELANJUTAN SDM KESEHATAN  BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN c.q. BIDANG PENDIDIKAN BERKELANJUTAN SDM KESEHATAN JL.HANG JEBAT III BLOK F3 KEBAYORAN BARU, JAKARTA SELATAN 12120 . (Kemenkes/WID/ES)

 

Sumber Berita : kopertis12.or.id

 

(ag)

 
UNISBANK Wisuda 460 Wisudawan.

Senin,27 Oktober 2014, Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang kembali menggelar prosesesi wisuda ke-72 terhadap 460 wisudawan yang selenggarakan di Sasana Kridangga UNISBANK Semarang. Tak seperti tahun sebelumnya, wisuda kali ini terasa istimewa karena dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah,Ganjar Pranowo. Orang nomor satu di Jawa Tengah ini memberikan orasi ilmiah bertema Peluang Kerja,Investasi dan Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah. Menurutnya ada beberapa hal  yang harus dipertahankan guna mendorong investasi di Jawa Tengah, yaitu infrastruktur, pangan dan pengelolaan energi. Beberapa waktu yang lalu saya padat mendapatkan kunjungan dari Australia,Singapura dan bahkan Jepang. Banyak inestasi yang akan masuk di Jawa Tengah, tetapi infrastruktur juga harus lebih baik lagi. Soal pangan juga masih menjadi prioritas yang harus dilakukan, banyak lahan pertanian yang terus menyusut karena perubahan tata guna lahan, dengan lahan yang sangat terbatas harus kita imbangi dengan inovasi tehnologi di bidang pertanian, jelasnya.

Secara perlahan insfrastruktur terus kita tingkatkan agar investasi berbondong bondong ke Jawa Tengah, tahun 2017 mudah-mudahan kita bias mewujudkan banda international yang merupakan pengembangan bandara Ahmad Yani, ditambah juga dengan peningkatan dan perbaikan pelabuhan, tuturnya. Pada akhir acara, ganjar juga mendapatkan beberapa produk olahan atau bisnis yang telah dirintis oleh Mahasisa Unibank. Saya ucapkan selamat kepada wisudawan, semoga mampu berkontribusi dalam pambangunan di Jawa Tengah sesuai dengan kompetensinya, tutupnya.

Hal senada disampaikan oleh rektor UNISBANK Semarang, Dr.H.Hasan Abdul Rozak,SH.CN,MM. Menurutnya lulusan UNISBANK sudah dipersiapkan sebelumnya untuk mempunyai sikap serta kemampuan dalam menciptakan lapangan kerja sebagai wirausaha.. Setelah lulus diwisuda ini diharapkan para wisudawan mengimplementasikan bekal pengetahuan dan nilai nilai positif,ulet,sabar,tekun,inisiatif dan kreatif yang merupakan sikap seorang entrepreneur. Jauh hari sebelumnya UNISBANK sudah mempersiapkan lulusan untuk menciptakan peluang kerja, karena hal ini sudah sesuai komitmen kelembagaan yaitu UNISBANK, yaitu entrepreneur,IT Baset University. Peningkatan mutu pendidikan terus kita tingkatkan dengan membangun kerjasama dengan luar negeri ataupun dalam negeri,baik instansi pemeritah maupun swasta.

Adapun wisuda terbaik dan cumlaude diraih oleh Winda Sagita rini,Amd IP 3,74 program Diploma Menejemen Informatika,Liris Suryati,S.Kom IP 3.74 Program Sistem Informasi,Siti Rachmawati SSkom IP 3.77 Program Teknik Informatika,Tiara Robena Panjaitan SH IP 3.78 Prog Ilmu Hukum,Ika Dwi Susanti SS IP 3.60 Sastra Inggris,Baik Puji Indra, AMd IP 3.80 Program Diploma Keuangan Perbankan,Theresia Asri Widowati, SE IP 3.77 Akuntansi,Angga Mirza Putranto, AMd IP 3.71 Diploma Perhotelan,Ladiman, MM IP 3.95 Magister Manajemen,Nanik Zulaisah, MSi IP 3.92 Magister Sain

 
P2BK : Wirausaha Muda Unisbank Kembangkan Skill dalam Kelola keuangan

Semarang, Edukasi tentang keuangan merupakan hal penting dalam pelaksanaan proses pengelolaan usaha, terlebih lagi bagi para wirausahawan muda dari UNISBANK yang merupakan universitas yang berbasiskan entrepreneurhip, yang selalu menanamkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian kepada mahasiswanya.

Pusat Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan adalah ujung tombaknya, yang beberapa waktu lalu mengirim sebanyak 25 pengusaha muda UNISBANK untuk mengikuti seminar eduexpo keuangan dengan tema “ Dhuwit diatur, Urip dadi makmur”. Seminar ini diselenggarakan oleh Allianz dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang bekerjasama dengan Riwani Globe.

Sebagai pembicara adalah Oscar Pakpahan, yang menyampaikan bagaimana mengatur keuangan tanpa melakukan gali lobang tutup lobang. Banyak diantara perserta yang bertanya dan mencari solusi untuk mengatur keuangan mereka setelah melakukan financial check-up.

Fitika Andraini, SH., M.Kn, selaku ketua P2BK menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membina mahasiswa menjadi lebih mantab sebagai wirausahawan, apalagi mereka masih baru saja memulai usahanya sehingga dirasa perlu untuk mengelola keuangan yang baik.

Selain para mahasiswa wiramuda UNISBANK itu mengikuti seminar, mereka juga mendapatkan pengetahuan lebih tentang investasi dan pengelolaan modal yang baik dari beberapa stand yang ikut meramaikan diantaranya : Perbankan, Perbarindo, Asuransi Allianz, Investasi bersama Pegadaian, Pasar Modal, Pasar Saham, Pembiayayaan Leasing dan beberapa perusahaan perbankan yang lain.

 
Pelatihan Applied Approach (AA) Tahun 2013

Dengan hormat kami beritahukan bahwa dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kualitas dosen perguruan tinggi swasta, Kopertis Wilayah VI bermaksud menyelenggarakan Pelatihan Applied Approach (AA). selengkapnya

 

Download : Surat Edaran ||   Formulir Pendaftaran

 

Sumber Berita : kopertis6.or.id

 

(ag)

 
The Asian Development Bank (ADB) – Japan Scholarship Program (JSP)

The Asian Development Bank (ADB) – Japan Scholarship Program (JSP) was established in April 1988 with financing from the Government of Japan.

It aims to provide an opportunity for well-qualified citizens of ADB’s developing member countries* to pursue postgraduate studies in economics, management, science and technology, and other development-related fields at participating academic institutions in the Asian and Pacific Region.

Upon completion of their study programs, scholars are expected to contribute to the economic and social development of their home countries.

The ADB-JSP enrolls about 300 students annually in participating academic institutions located in 10 countries within the region.

The ADB-JSP provides full scholarships for one to two years.

 

Sumber Berita : kopertis12.or.id

 

(ag)

 
<< Start < Prev 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 Next > End >>

Page 83 of 183