PENGUATAN KESADARAN REMAJA DALAM MENCEGAH KENAKALAN REMAJA, BULLYING DAN CYBERBULLYING MELALUI EDUKASI “KENALI, CEGAH,BERANI BERTINDAK DAN PEDULI DI KELURAHAN JATIREJO KECAMATAN GUNUNG PATI
Abstract
Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, sosial, dan psikologis. Pada periode ini, remaja mulai membangun identitas diri, membutuhkan penerimaan dari teman sebaya, serta memiliki keinginan untuk memperoleh ruang dalam mengekspresikan diri. Apabila proses tersebut tidak disertai pendampingan yang memadai dari keluarga dan lingkungan sosial, remaja dapat lebih rentan terhadap berbagai perilaku negatif, seperti pelanggaran norma sosial, perkelahian, pergaulan berisiko, penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab, serta kenakalan remaja. Salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian adalah bullying atau perundungan.Bullying merupakan perilaku yang dilakukan untuk menyakiti, merendahkan, mengintimidasi, atau mengucilkan orang lain dan dapat berbentuk fisik, verbal, sosial, maupun elektronik atau cyberbullying. Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang merupakan wilayah yang memiliki potensi sosial, pendidikan, kepemudaan, dan kegiatan masyarakat yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembentukan lingkungan remaja yang positif. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan pengetahuan, karakter, keterampilan sosial, literasi digital, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mencegah kenakalan remaja dan bullying. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja, orang tua atau wali, tokoh masyarakat, serta unsur kepemudaan Kelurahan Jatirejo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan remaja serta masyarakat dalam mengenali, mencegah, dan merespons kenakalan remaja dan bullying. Program dilaksanakan dengan pendekatan preventif dan partisipatif melalui pemetaan awal, pre-test, penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, simulasi atau role play kasus bullying. Pendekatan kegiatan tidak memberikan stigma kepada remaja, tetapi menempatkan mereka sebagai bagian penting dari solusi dan penggerak terciptanya lingkungan pertemanan yang aman dan sehat. Solusi yang ditawarkan meliputi edukasi mengenai bentuk, faktor penyebab, dan dampak kenakalan remaja; edukasi mengenai berbagai bentuk bullying; Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, Target kegiatan antara lain peningkatan pengetahuan peserta minimal 20%, minimal 75% peserta mampu memberikan respons tepat terhadap kasus bullying, dan minimal 80% peserta menyatakan kegiatan bermanfaat. Luaran kegiatan berupa peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta, berupa komitmen bersama, serta terbentuknya 5–10 kader remaja sebagai penggerak lingkungan pertemanan yang aman dan positif. Keberlanjutan program dilakukan melalui penyebaran media edukasi, pemasangan poster, serta koordinasi antara orang tua, tokoh masyarakat, dan kelompok pemuda. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dan menciptakan lingkungan sosial Kelurahan Jatirejo yang aman, sehat, peduli, dan bebas dari bullying.
Kata Kunci: Remaja, Bullying, Kenakalan, Kesadaran, Pencegahan




