PENGARUH RASIO CAMEL TERHADAP PERTUMBUHAN LABA YANG TERDAFTAR DI BEI

  • 08.05.52.0076 Cicik Armita
  • MG. Kentris Indarti

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rasio camel terhadap pertumbuhan laba. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah perusahaan perbankan yang telah go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2007-2010 dengan menggunakan rasio CAMEL yang meliputi aspek permodalan, aktiva produktif, manajemen, rentabilitas dan likuiditas.

Pelaksanaan penilaian kesehatan perusahaan perbankan dilakukan dengan cara mengkualifikasikan beberapa komponen dari masing-masing faktor yaitu komponen Capital (Permodalan), Asset (Aktiva), Management (manajemen), Earning (Rentabilitas), Liquidity
(likuiditas) atau disingkat dengan istilah CAMEL. CAMEL merupakan faktor yang sangat menentukan predikat kesehatan suatu bank. Aspek tersebut satu dengan yang lainnya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan purposive sampling. Dengan metode tersebut diperoleh jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 92 perusahaan perbankan dari 23 perusahaan perbankan tiap tahunnya. Ada lima variabel independen yang dikaji dalam penelitian ini yaitu: Capital adequacy ratio (CAR), ,NonPerforming Loan(NPL),Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Loan to Deposit Ratio(LDR)dan Return on Assets (ROA), sedangkan Pertumbuhan Laba sebagai variabel dependen.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis dengan menggunakan alat bantu program SPSS. Hanya mengunakan alat analisis regresi linier berganda, diperoleh hasil bahwa variabel CAR berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan laba, sedangkan variabel NPL, BOPO, LDR dan ROA tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba.

Kata Kunci: Rasio camel, pertumbuhan laba, perbankan

DB Error: Table './ojs/metrics' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed