PEMBERDAYAAN SANTRI DALAM PENINGKATAN KECAKAPAN VERBAL DAN DAKWAH MELALUI PELATIHAN STRATEGI KOMUNIKASI BERNUANSA SYARIAH DI DS. JETIS LEYANGAN, UNGARAN TIMUR

Main Article Content

Endang Tjahjaningsih
Alimuddin Riza
Elen Puspitasari
Sri Isnowati
Achmad Badjuri

Abstract

Abstrak


Santri sebagai calon pendakwah dituntut tidak hanya menguasai ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan verbal dan komunikasi dakwah yang efektif, persuasif, dan beretika. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menguatkan kemampuan verbal dan komunikasi dakwah santri Pondok Pesantren Darul Ulum Assyar'iyyah, Ds. Jetis, Leyangan, Ungaran Timur, melalui pelatihan strategi komunikasi yang berlandaskan etika syariah. Permasalahan mitra yang menjadi fokus adalah rendahnya kemampuan verbal santri dalam berdakwah serta belum tersedianya pelatihan retorika dakwah yang terstruktur dan terintegrasi dengan nilai-nilai syariah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory training and simulation yang terdiri atas tiga sesi pelatihan, yaitu retorika dan teknik verbal, strategi komunikasi dakwah, dan etika syariah dalam dakwah, dengan melibatkan 20 santri sebagai peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta formulir evaluasi diri santri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 23% pada kemampuan verbal dan pengorganisasian pesan dakwah, serta peningkatan pemahaman etika dakwah dari skor rata-rata 3,6 menjadi 4,7 pada skala 1-5. Kegiatan ini juga menghasilkan modul pelatihan dan rekomendasi keberlanjutan berupa kaderisasi santri trainer muda. Program ini terbukti efektif membekali santri sebagai calon dai yang komunikatif, adaptif, dan berakhlakul karimah.


Kata kunci: kemampuan verbal; komunikasi dakwah; santri; strategi komunikasi; etika syariah


Abstract


Santri, as prospective Islamic preachers, are required not only to master religious knowledge but also to possess effective, persuasive, and ethical verbal and communication skills. This community service activity aims to strengthen the verbal and da'wah communication skills of santri at Pondok Pesantren Darul Ulum Assyar'iyyah, Jetis Village, Leyangan, East Ungaran, through communication strategy training grounded in sharia ethics. The partner's priority problem is the low verbal capability of santri in delivering da'wah and the absence of a structured rhetorical training program integrated with sharia values. The method applied a participatory training and simulation approach comprising three training sessions: rhetoric and verbal technique, da'wah communication strategy, and sharia ethics in da'wah, involving 20 santri as participants. Evaluation was conducted through pre-test and post-test instruments as well as santri self-assessment forms. The results show an average improvement of 23% in verbal ability and message organization, and an increase in da'wah ethics understanding from an average score of 3.6 to 4.7 on a 1-5 scale. The activity also produced a training module and sustainability recommendations in the form of cadre formation for young santri trainers. This program proves effective in preparing santri to become communicative, adaptive preachers with noble character.


Keywords: verbal ability; da'wah communication; santri; communication strategy; sharia ethics

Article Details

How to Cite
Tjahjaningsih, E., Riza, A., Puspitasari, E., Isnowati, S., & Badjuri, A. (2026). PEMBERDAYAAN SANTRI DALAM PENINGKATAN KECAKAPAN VERBAL DAN DAKWAH MELALUI PELATIHAN STRATEGI KOMUNIKASI BERNUANSA SYARIAH DI DS. JETIS LEYANGAN, UNGARAN TIMUR. Jurnal Penamas, 10(1 MARET), 65-74. Retrieved from https://www.unisbank.ac.id/ojs/index.php/penamas/article/view/10691
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>