Memanfaatkan Kebutuhan Narsisme Sebagai Komoditas Bisnis Potensial

unisbank

Orang-orang yang memiliki pikiran terbuka serta memiliki sense of  business yang baik, tentu sudah mampu membaca peluang besar dibalik perubahan prilaku masyarakat dalam hal fotografi. Kegemaran masyarakat tentang fotografi yang didukung pula dengan kecanggihan berbagai fitur kamera dalam ponsel pintar, memungkinkan bakat narsisme fotografi ini untuk bisa dieksploitasi lebih jauh.

Selain dapat diekploitasi dalam artian disalurkan aktivitasnya secara luas, narsisme tentu dapat dijadukan komoditas bisnis yang potensial. Apa contoh yang dapat diambil untuk menjelaskan hal seperti ini? Banyak. Maraknya pertumbuhan wisata yang berkonsep instagramable, tempat kuliner yang lebih mengedepankan berbagai spot untuk berswafoto adalah bagian dari contoh yang paling mudah untuk ditemukan.

Bagi sebagian orang, swafoto atau selfie adalah bagian dari prilaku sosial masyarakat yang cukup massif. Bahkan lebih jauh para ahli psikologis menilai bahwa terlalu sering berswafoto adalah salah satu ciri dari ketidakstablilan emosi individu. Namun jika ditinjau dari sisi bisnis dan ekonomi, prilaku yang sudah sangat umum ini adalah bagian dari peluang yang dapat digarap dan dikembangkan sebagai ide bisnis.

Peluang Bisnis Memanfaatkan Kegemaran Masyarakat Berswafoto

Lahirnya berbagai ide bisnis yang berkonsep instagramable adalah bagian penting dari bukti bahwa narsisme tidak melulu dapat dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Dengan ide yang brilian dan konsep yang tepat, prilaku ini dapat dikonversi menjadi benefit yang signifikan dari sisi ekonomi. Bahkan Instagram sendiri adalah platform paling besar yang membuktikan bahwa narsisme adalah satu sisi yang bisa dimanfaatkan.

Hampir di seluruh wilayah Indonesia pada lima tahun terakhir, bermunculan berbagai tempat wisata baru. Konsep intinya adalah mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk berswafoto. Perpaduan antara panorama alam yang indah, tempat-tempat yang eksotis, atau pun dengan penambahan dekorasi yang menarik, sebuah tempat wisata baru dapat menjadi begitu populer dalam waktu yang singkat.

Kemunculan tempat wisata, cafecoffe shop dan objek lainnya yang umumnya sangat instagramable sebagai tempat berswafoto merupakan bukti nyata bahwa narsisme dapat dikonversi menjadi ide bisnis yang menghasilkan. Keterbukaan dalam berpikir, kecermatan dalam membaca peluang, serta kemampuan memadukannya dengan teknologi akan melahirkan berbagai ide bisnis kreatif. Kemudian hal tersebut mampu menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Multimedia Unisbank Semarang memberikan kemampuan dan keahlian dalam hal photography dan multimedia sebagai bekal meraih profit dan peluang di era internet seperti saat ini.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter