Unisbank gandeng Akpol untuk tanamkan nilai nilai Pancasila dan Kebhinekaan kepada Mahasiswa Baru

rektor unisbank bersama gubernur akpol

Kendeng(3/9). Sebagai upaya menamakan rasa cinta tanah air dan kebhinekaan di kalangan Mahasiswa Unisbank Semarang. Unisbank Semarang menggandeng Akpol untuk membuka wawasan kepada para mahasiswa baru tentang pemahaman wawasan tentang kebangsaan untuk menguatkan jiwa nasionalisme.

Rektor Unisbank, Dr. Safik Faozi, M.Hum mengatakan, para mahasiswa yang saat ini harus fokus mengejar cita-citanya dan tidak mudah terbawa arus pergaulan negatif. Pasalnya, tidak sedikit masa depan mahasiswa di indonesia, hancur akibat salah dalam bergaul.

“Jangan tergelincir ke hal-hal yang tidak benar, pergaulan bebas, narkoba, perkelahian, dan juga hilangnya cinta tanah air, jangan sampai hilang rasa cinta tanah air, karena ini sangat berbahaya” Ungkapnya.

Selain itu, lanjut Dr. Safik, rasa cinta terhadap Indonesia akan terus tumbuh jika berpegang teguh pada ideologi Pancasila dan menanamkan semboyan Bhineka Tunggal Ika. “Negara-negara lain yang suku dan kelompoknya sedikit justru terus-terusan berperang, di Indonesia banyak suku dan beragam tetapi tetap damai ini yang menjadi tugas kita kedepan untuk terus menjaga perdamaian,” lanjutnya.

Dr. Safik  juga mengungkapkan, seiring berkembangnya teknologi saat ini. Satu diantara yang menjadi faktor rusaknya generasi muda yaitu hoax atau berita bohong. Menurutnya, Hoax dapat merusak cara berfikir pemuda saat ini.

“Maka perlu ke hati-hatian kita membaca, menelaah berita di medsos, baik itu masalah Ideologi, pertahanan, kemanan, hingga masalah agama,”.

Untuk itu pada kegiatan PEKAKU 2019 ini, Unisbank menggandeng Akpol dalam membentuk karakter yang dapat memahami kebhinekaan serta nilai nilai pancasila di Unisbank dan di Indonesia pada umumnya.

“Pancasila adalah dasar negara yang final dan tidak untuk diutak-atik lagi pancasila ini sebagai hasil dari perjalanan sejarah dan harus kita junjung tinggi dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari,”.

“Paham radikalisme saat ini sangat masif masuk ke Indonesia tapi kita menjaga agar Indonesia ini tetap kondusif dan tetap bersaudara karena rasa cinta pada negara adalah sebagian dari iman” tutur Dr. Safik.

Safik juga menegaskan, Hubbul Wathon Minal Iman perlu diterapkan secara menyeluruh dalam setiap sendi-sendi kehidupan untuk menjaga bangsa tetap utuh. “Hubbul Wathon Minal Iman perlu terus kita terapkan untuk menjaga negara kita tercinta dengan segala karunianya,” pungkas Rektor Unisbank dalam wawancara singkat.

Facebook
Google+
Twitter

Latest News