Unisbank Gelar Seminar Nasional Sendiu ke-6 secara Daring dengan topik Optimalisasi Potensi Masyarakat di Era Society 5.0 untuk Mewujudkan Indonesia Maju dan Berkarakter

cover indrajit

Komitmen Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang terhadap dunia pendidikan dan masyarakat pada umumnya terus diwujudkan dalam bentuk nyata.  Dimasa Pandemi Coronapun Unisbank tetap melaksanakan agenda tahunan yaitu Seminar Multi Disiplin Ilmu atau yang dikenal dengan Sendiu yang ke-6.  Semnas kali ini mengambil topik Optimalisasi Potensi Masyarakat di Era Society 5.0 untuk Mewujudkan Indonesia Maju dan Berkarakter”.

Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu (SENDI_U) merupakan kegiatan Seminar & Call For Papers rutin yang diselenggarakan oleh Universitas Stikubank (UNISBANK) setiap tahun. Dalam hal Call For Papers, artikel-artikel ilmiah meliputi bidang: Teknologi Informasi, Ekonomi dan Bisnis, Bahasa dan Ilmu Budaya, Hukum, Pariwisata, Teknik Industri dan Bidang Ilmu Lainnya.

Khusus untuk tahun 2020, dalam kondisi masyarakat yang masih mengalami pandemi Covid-19, maka pelaksanaan SENDI-U dan Call for Papers ke-6 dilaksanakan secara daring (ONLINE), sehingga kegiatan ilmiah dapat berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Peserta yang turut serta dalam seminar dan call for papers kali ini berjumlah 369 orang dengan 118 pemakalah, hadir dari berbagi kalangan seperti mahasiswa, dosen, unsur pemerintah serta praktisi industri, dimana para pemakalah wajib memaparkan hasil karya ilmiahnya melalui google meet yang difasilitasi oleh panitia SENDI-U dan Call for Papers ke-6. Dari para peserta, 83% berasal dari perguruan tinggi dan 17% berasal dari instansi pemerintah seperti BPPT, Balitbangkes-Kemenkes RI serta Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul. Para peserta yang terlibat dan hadir dalam SENDI-U dan Call for Papers ke-6 ini berasal dari seluruh Indonesia, dimana 91% masih didominasi oleh peserta dari pulau Jawa (Jateng, Jatim, Jabar, DIY dan DKI), sedangkan 9% lainnya berasal dari pulau Jawa (Sumatra Barat dan Sulawesi Tengah).

Khusus untuk tahun 2020, dalam kondisi masyarakat yang masih mengalami pandemi Covid-19, maka pelaksanaan SENDI-U dan Call for Papers ke-6 dilaksanakan secara daring (ONLINE), sehingga kegiatan ilmiah dapat berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Peserta yang turut serta dalam seminar dan call for papers kali ini berjumlah 369 orang dengan 118 pemakalah, hadir dari berbagi kalangan seperti mahasiswa, dosen, unsur pemerintah serta praktisi industri, dimana para pemakalah wajib memaparkan hasil karya ilmiahnya melalui google meet yang difasilitasi oleh panitia SENDI-U dan Call for Papers ke-6. Dari para peserta, 83% berasal dari perguruan tinggi dan 17% berasal dari instansi pemerintah seperti BPPT, Balitbangkes-Kemenkes RI serta Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul. Para peserta yang terlibat dan hadir dalam SENDI-U dan Call for Papers ke-6 ini berasal dari seluruh Indonesia, dimana 91% masih didominasi oleh peserta dari pulau Jawa (Jateng, Jatim, Jabar, DIY dan DKI), sedangkan 9% lainnya berasal dari pulau Jawa (Sumatra Barat dan Sulawesi Tengah).

Pemilihan tema pada penyelenggaraan SENDI-U dan Call for Papers ke-6 tahun ini, didasarkan atas dasar pemikiran bahwa A New Human Centered Society adalah konsep yang dibangun oleh Jepang, dimana manusia menjadi fokus utama dalam pembangunan. Masyarakat generasi pertama adalah ketika manusia berada di era berburu dan meramu, dilanjutkan di generasi kedua adalah era pertanian. Masyarakat generasi ketika adalah era industri yang dimulai sejak penemuan mesin uap. Masyarakat generasi keempat adalah ketika manusia mengenal komputer hingga internet yang digunakan untuk berbagi informasi. Dan era saat ini masyarakat telah mempersiapkan dan memasuki era masyarakat generasi kelima, yang dikenal dengan istilah society 5.0, dimana internet bukan sekadar untuk berbagi informasi melainkan untuk menjalani kehidupan.

Society 5.0 adalah konsep dimana manusia menggunakan ilmu pengetahuan (IoT, big data, AI, robotic, dst) untuk melayani kebutuhan manusia. Tujuan dari society 5.0 adalah mewujudkan masyarakat dimana manusia yang terlibat didalamnya, dapat menikmat hidup dengan aktivitas yang positif, aman, nyaman dan sejahtera. Berbagai kemudahan hidup telah dirasakan oleh masyarakat sampai saat ini. Sekalipun demikian, seringkali kemudahan-kemudahan tersebut masih bersifat parsial dan belum terintegrasi. Society 5.0 sering pula disebut sebagai “super smart society”, dimana inovasi yang dilakukan bukan hanya mengejar inovasi teknologi saja, melainkan untuk melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini terjadi transformasi digital yang cukup besar dan telah mengubah berbagai kebiasaan dan cara hidup masyarakat dan industri.

Pengaruh perubahan di era society 5.0 di Jepang dan juga di berbagai negara, cepat atau lambat akan dirasakan dampaknya di negara Indonesia. Masyarakat Indonesia yang majemuk, memiliki banyak potensi yang harus dikelola dan dikondisikan, agar manusia Indonesia dapat menikmati dampak dari transformasi teknologi dengan cara-cara yang benar, tidak melanggar hukum, tetapi juga meningkat kesejahteraannya dan semakin bermartabat, tanpa mengurangi esensinya sebagai manusia Indonesia yang memegang teguh ideologi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Dengan mempertimbangkan dasar pemikiran itu, maka dihadirkan para narasumber yang diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif tentang potensi dan strategi masyarakat Indonesia memenangi perubahan di era society 5.0. Para narasumber tersebut adalah: Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA selaku Guru Besar Bidang Komputer dari Perbanas Institute dan Rektor Pradita University (perspektif IT), Prof. Dr. H. R. Benny Riyanto, S.H., M.Hum, C.N selaku Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (perspektif Hukum), Dr. Gregorius N Masdjojo, M.Kom., M.Si selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas STIKUBANK (perspektif Ekonomi dan Bisnis). Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Benny Riyanto, S.H., M.H tidak dapat hadir, tetapi beliau mengirimkan utusan dan digantikan oleh Djoko Pudjirahardjo, S.H., M.Hum (Kepala Pusat Perencanaan Hukum Nasional).

Pelaksanaan call for papers juga dilakukan untuk mewadahi pemikiran-pemikiran praktisi, peneliti, dan akademisi di bidang IPTEKS, Ekonomi dan Bisnis, Hukum, Bahasa Sastra dan Budaya, Teknologi Informasi, Pariwisata dan Teknik Industri dalam mengoptimalisasi potensi masyarakat dalam meningkatkan peluang dan menggali kreativitas untuk mempertahankan kualitas hidup bagi individu masyarakat maupun organisasi, termasuk dunia usaha dan industri di era society 5.0. Pemikiran-pemikiran tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pemerintah, dunia usaha dan akademik dalam mengembangkan peluang dan meningkatkan kreativitas serta menjaga dinamika masyarakat yang lebih maju dan bermartabat, di segala sektor untuk mengoptimalisasi potensi masyarakat di era society 5.0. SENDI-U dan Call for Papers ke-6 yang diselenggarakan oleh UNISBANK diharapkan mampu menjadi forum untuk berbagi pengetahuan dan diseminasi hasil pemikiran, temuan penelitian empiris, dan  praktik-praktik terkini yang terkait dengan upaya menggali potensi baru di daerah terkait dengan dinamika kehidupan di era society 5.0.

Video pelaksanaan Semnas Sendiu secara lengkap bisa di lihat di UNISBANK TV atau klik disini

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter