Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang

Seni Duduk di Interview

Interview kerja adalah momen krusial. Dalam beberapa menit pertama, pewawancara sudah bisa menilai apakah kamu terlihat siap, percaya diri, atau justru gugup. Menariknya, penilaian itu bukan hanya dari jawabanmu, tetapi juga dari cara kamu duduk. Sering dianggap sepele, posisi duduk justru menjadi bahasa tubuh pertama yang mereka baca. Nah, biar kesan awalmu langsung “oke banget”, yuk pahami cara duduk yang paling tepat saat interview.

1. Duduk Tegak, Tapi Jangan Kaku

Postur tubuh yang tegak menunjukkan bahwa kamu hadir dengan penuh kesiapan. Namun, tegak bukan berarti kaku.
Bayangkan tubuhmu ditarik lembut ke atas—punggung lurus, bahu rileks, dan dada terbuka. Dengan cara ini, kamu terlihat profesional sekaligus nyaman.

2. Sedikit Condong ke Depan Tanda Kamu Antusias

Ketika pewawancara berbicara, condongkan badan sedikit ke depan. Gerakan kecil ini menunjukkan kamu benar-benar mendengarkan dan menghargai lawan bicara.
Tapi ingat, sedikit saja—jangan sampai terlalu maju yang membuatmu terlihat agresif.

3. Kaki Menapak Lantai Biar Nampak Stabil

Banyak orang tak sadar menggoyang-goyangkan kaki saat gugup. Ini bisa menjadi distraksi besar.
Posisi terbaik adalah kedua kaki menapak lantai. Kamu boleh menyilangkan pergelangan kaki, tapi hindari menyilangkan paha karena memberi kesan terlalu santai.

4. Arahkan Tubuhmu ke Pewawancara

Tubuh yang menghadap lawan bicara menunjukkan keterbukaan dan rasa hormat.
Jadi, pastikan bahu dan badanmu mengarah langsung ke pewawancara. Kalau kursinya bisa diputar, tahan diri untuk tidak menggesernya ke sana-sini.

5. Eye Contact Sewajarnya, Jangan Berlebihan

Tatapan mata adalah bagian penting dari bahasa tubuh. Terlalu sedikit membuatmu terlihat tidak percaya diri, terlalu lama malah mengintimidasi.
Yang pas adalah sekitar 60–70% waktu bicara. Sesekali mengalihkan pandangan justru membuatmu terlihat natural.

6. Kendalikan Gerakan Kecil

Gerakan kecil seperti memainkan rambut, mengetuk jari, atau menggoyangkan kaki bisa menciptakan kesan gelisah.
Cobalah untuk menyadarinya dari awal dan tetap tenang. Nafas yang dalam dan ritmis sangat membantu mengunci fokus.

7. Duduk Setelah Dipersilakan

Kesopanan sederhana ini sering terlupa. Saat memasuki ruangan, tunggu pewawancara mempersilakan kamu duduk.
Gestur kecil ini menunjukkan bahwa kamu menghargai proses dan aturan mereka.

8. Senyum Ringan yang Tulus

Senyum kecil di awal interview membuat seluruh bahasa tubuhmu terlihat lebih ramah dan hangat.
Tidak perlu berlebihan. Senyum natural saja sudah cukup untuk menciptakan koneksi positif.

Posisi duduk mungkin terlihat seperti detail kecil, tapi justru detail kecil inilah yang membentuk kesan besar. Dengan postur tubuh yang tepat, kamu menunjukkan bahwa kamu siap, percaya diri, dan menghargai kesempatan yang diberikan. Sebelum memikirkan jawaban yang rumit, pastikan dulu bahasa tubuhmu sudah mendukungmu. Dengan begitu, kamu bisa masuk ruang interview dengan lebih percaya diri—dan keluar dengan peluang lebih besar untuk diterima.